
Sosialisasi keuangan haji yang diselenggarakan BPKH dan Komisi VIII DPR di Bandung (8/3) malam. (HUMAS BPKH)
JawaPos.com - Misi penyelenggaraan haji 2025 sudah di depan mata. Rencananya awal Mei, jamaan haji Indonesia mulai diterbangkan menuju Saudi. Provinsi Jawa Barat masih memegang rekor kuota haji terbanyak dengan jumlah 38.723 jamaah.
Jumlah kuota tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi dalam Sosialisasi keuangan haji yang diselenggarakan BPKH dan Komisi VIII DPR di Bandung. Dia menyampaikan bahwa kuota haji untuk Jawa Barat tahun ini mencapai 38.723 jamaah.
Dalam forum itu, Dedi juga menekankan pentingnya sosialisasi keuangan haji. Terutama bagi masyarakat Jawa Barat. "Karena mayoritas jamaahnya berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan memiliki tingkat pendidikan sekolah dasar," kata Dedi dalam keterangannya Minggu (9/3).
Dia mengatakan diseminasi informasi mengenai keuangan haji menjadi sangat krusial. Pemprov Jawa Barat berterima kasih kepada BPKH atas upaya mencerahkan dan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat terkait pengelolaan dana haji.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi VIII DPR Atalia Praratya menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana haji. Menurut dia, hal ini diperlukan untuk memastikan dana umat digunakan secara efektif dan efisien dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Selain itu, bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. "Kami berharap BPKH terus mengoptimalkan pengelolaan dana haji," katanya. Sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi jemaah. Selain itu, dia juga mendorong penguatan prinsip syariah dan kelembagaan. Agar BPKH benar-benar dapat menjadi harapan bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam pengelolaan dana haji yang adil. Serta mampu meringankan beban jemaah.
Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas BPKH M. Dawud Arif Khan menjelaskan bahwa dana kelolaan haji Indonesia tumbuh positif dan melampaui target. Hingga akhir 2024 lalu, total dana kelolaan BPKH mencapai Rp 171,65 triliun, atau 101 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 169,95 triliun.
Nilai manfaat juga meningkat dari target Rp 11,52 triliun menjadi Rp 11,56 triliun. "Posisi dana likuid sangat mencukupi, bahkan lebih dari dua kali kebutuhan dana untuk penyelenggaraan ibadah haji," kata dia. Saat ini, kondisi keuangan haji juga cukup solven dengan rasio solvabilitas (perbandingan aset terhadap liabilitas) sebesar 100,66 persen. Ini berarti nilai kekayaan keuangan haji mampu memenuhi seluruh kewajiban.
BPKH terus berkomitmen menjaga keberlanjutan dana haji agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi jemaah. BPKH juga telah membentuk BPKH Limited, yang menjadi bagian dari ekosistem haji dan berkontribusi terhadap efisiensi biaya haji.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
