
Muayatur Rohmah, jamaah haji difabel asal Jember. (PPIH Embarkasi Surabaya)
JawaPos.com - Kata 'menyerah' sepertinya tidak dikenal dalam kamus hidup Muayatur Rohmah. Jamaah calon haji (JCH) difabel asal Jember ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk memenuhi panggilan Ilahi.
Kedua kaki Muayatur tidak sempurna. Untuk memudahkan pergerakan selama di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, dia difasilitasi kursi roda.
Meski demikian, selama di Asrama Embarkasi Surabaya, Muayatur menunjukkan kemandirian yang patut diacungi jempol. Ia tak mau dibantu, selama merasa masih mampu.
Saat berangkat dari asrama haji, Muayatur menaiki bus yang akan mengantarkan dia menuju Bandara Juanda, dengan bertumpu pada kedua lututnya.
Tahun ini, Muayatur mendapat panggilan untuk berangkat ke tanah suci, menunaikan rukun Islam kelima. Satu hal yang sudah ia impikan sejak lama, saat kali pertama menabung untuk berangkat haji bertahun-tahun silam.
Muayatur tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 32 Embarkasi Surabaya. Berkat semangat dan ketekunannya, jamaah berusia 77 tahun itu akhirnya akan menginjakkan kaki di tanah suci.
“Alhamdulillah atas segala limpahan karunia dari Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk berhaji di tanah suci,” tutur Muayatur di Asrama Embarkasi Surabaya dengan mata berkaca-kaca.
Bagi Muayatur, berhaji bukan perjuangan yang mudah. Di tengah keterbatasan fisiknya, Muayatur menabung dengan menyisihkan sedikit demi sedikit uang selama 13 tahun.
“Punya uang Rp 50 ribu, Rp 100 ribu atau berapapun itu, saya tabung sedikit demi sedikit, dengan niat dapat mendaftar haji,” terang Muayatur yang sehari-hari bekerja sebagai seorang penjahit.
Ia mengakui pendapatannya dari menjahit tidak menentu. Terlebih sejak suaminya meninggal dunia, Muayatur tinggal bersama keponakan yang ia rawat sejak kecil dan kini sudah berumah tangga.
"Alhamdulillah masih ada sebidang sawah, yang meskipun ukurannya tidak terlalu luas tetapi sangat membantu saya untuk memenuhi keperluan sehari-hari dan melunasi biaya haji,” sambung Muayatur.
"Saya masih punya semangat walaupun kondisi saya seperti ini. Saya tidak ingin merepotkan sepupu saya yang setia menemani saya selama perjalanan ini. Semua saya niatkan untuk ibadah kepada Allah," imbuh Muayatur.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
