Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Mei 2025 | 16.05 WIB

Pertama Dalam Sejarah, Jemaah Haji Indonesia Menempati Sembilan Hotel Berbendera Merah Putih

Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah. Penyelenggaraan haji tahun ini mencatatkan sejarah baru, jemaah menempati hotel yang sudah disewa perusahaan Indonesia. (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Penyelenggaraan haji tahun ini mencatatkan sejarah baru. Yaitu jemaah menempati hotel yang sudah disewa oleh perusahaan Indonesia. Tidak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai sembilan unit hotel yang berada di Makkah dan Madinah. 

Perinciannya adalah delapan hotel berada di kota Makkah dan satu hotel di Madinah. Hotel-hotel itu sebelumnya sudah disewa sepanjang satu musim haji penuh oleh BPKH Limited. Sebuah anak usaha dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), lembaga yang mengelola dana jemaah haji Indonesia

"Hotelnya kita sewa dahulu. Setelah itu disewa oleh Kementerian Agama (Kemenag) untuk jemaah haji Indonesia," kata Kepala BPKH Fadlul Imansyah. Sesuai regulasi di Arab Saudi, perusahaan asing tidak boleh memiliki hotel di sana. Tetapi bisa menyewa atau bermitra dengan warga Saudi selaku pemilik bangunan. 

Menurut Fadlul ada kebanggaan sendiri bagi jemaah haji ketika menempati hotel yang sudah disewa oleh BPKH Limited itu. Secara tidak langsung hotel tersebut sudah berbendera merah putih, karena sudah disewa oleh BPKH Limited. Apalagi penyewaan hotel itu bagian dari investasi dana haji di dalam ekosistem perhajian. Nanti hasil atau keuntungannya kembali ke jemaah haji yang masih di dalam antrean. 

Fadlul mengatakan hotel-hotel yang disewa BPKH Limited untuk di Makkah, lokasinya tersebar. Namun tetap sesuai dengan kriteria yang ditetapkan Kemenag. Begitupun dengan di Madinah, lokasinya berada di radius 500 meter dari Masjid Nabawi. "Tahun ini yang kita inginkan terobosannya adalah kita menyediakan hotel untuk Jemaah Haji Indonesia," paparnya. 

Selain itu BPKH Limited tahun ini kembali mengelola lobi hotel-hotel yang ditinggali jemaah haji Indonesia. "Ada 104 hotel yang (lobinya) kita kerjasama dengan Kemenag, untuk kita kelola," katanya. Lobi hotel itu disewakan kepada pelaku UMKM warga Indonesia di Saudi.

Selain itu juga disewakan kepada perusahaan di Indonesia yang ingin berusaha kuliner atau sejenis saat musim haji. Skema ini sudah berjalan sejak tahun lalu. Tenant atau penyewa diserbu jemaah haji Indonesia, karena banyak yang menjual kuliner khas Indonesia. Seperti bakso, mie ayam, dan hidangan lainnya. Hasil pengelolaan lobi hotel itu jadi salah satu bentuk investasi dana haji Indonesia. 

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore