Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Mei 2024 | 16.42 WIB

Jemaah Haji Tertua Indonesia Hardjo Mislan Berbagi Resep Kebugaran, Rajin Salat Malam serta Puasa Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh

USIA SATU ABAD LEBIH: Hardjo Mislan (tengah) di Asrama Haji Sukolio, Surabaya, didampingi Kepala UPTD Asrama Haji Embarkasi Subaraya Gartaman (kiri) dan Kepala Kantor Kemenag Ponorogo Muhammad Nurhuda - Image

USIA SATU ABAD LEBIH: Hardjo Mislan (tengah) di Asrama Haji Sukolio, Surabaya, didampingi Kepala UPTD Asrama Haji Embarkasi Subaraya Gartaman (kiri) dan Kepala Kantor Kemenag Ponorogo Muhammad Nurhuda

Aktivitas bertani turut membentuk ketegaran fisik Hardjo Mislan di usia yang sudah 109 tahun. Terpanggil untuk berhaji setelah melihat Kakbah untuk kali pertama saat umrah.

AZAMI RAMADHAN, Surabaya

---

SEJAK turun dari bus, siapa pun bisa menilai dari penampilan Hardjo Mislan. Khususnya pada kerut wajah dan keriput kulitnya bahwa dia sudah lanjut umur.

Namun, begitu tapak kakinya menyentuh aspal dan berjalan ditemani tongkat kayu, dia seolah menolak tua. Padahal, usianya telah menginjak 109 tahun yang menjadikannya jemaah haji tertua Indonesia dalam musim haji kali ini.

”Wis, wis, wis (sudah, sudah, sudah),’’ ujarnya lirih, lalu menaiki buggy car listrik.

Tak berselang lama, kursi roda khusus tiba. Kursi roda itu khusus untuk mempercepat mobilitas dan tidak terkait dengan kondisi fisik pria asal Ponorogo, Jawa Timur, tersebut.

Dibantu petugas pendamping haji, Mislan duduk dan menyampaikan beberapa hal setelah diberondong berbagai pertanyaan oleh para awak media. Salah satunya pertanyaan siasat menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

”Yo sabar ae (ya sabar saja),” ujar pria kelahiran 2 Juli 1914 itu.

Soal sabar memang jangan ditanya. Ayah 7 anak tersebut telah mempraktikkan secara langsung hingga dia berada pada posisi yang diimpikannya saat ini: berangkat menunaikan ibadah haji.

Tekadnya untuk menunaikan rukun Islam kelima itu muncul setelah pada 2017 melihat Kakbah ketika berangkat umrah. ”Saya bilang ke anak kalau ingin naik haji,” ungkap kakek 7 cucu itu.

Mislan pun mendaftar haji di 2019 bersama anaknya, Sirmad. Buah kesabaran itu, ikhtiarnya terwujud. Dia bisa berangkat bersama Sirmad, istri Sirmad, serta besan (ayah mertua Sirmad).

Meski menggunakan tongkat, soal fisik jangan ditanya. Kebugaran Mislan terbentuk dari aktivitas sebagai petani. Jalan kaki dengan jarak yang jauh pun menjadi menu rutinnya. ’’Setelah sabar, ya salat itu sing nulung (ya salat itu sebagai penolong),” ungkapnya berbagi resep kebugaran.

Apa yang diucapkan Mislan itu sesuai dengan yang termaktub di Alquran Surah Al Baqarah ayat 45, ”Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya (salat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore