Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Mei 2024 | 18.46 WIB

Muncul Percikan Api pada Mesin, Garuda Terbang Balik ke Bandara, Keberangkatan 450 CJH Embarkasi Makassar Tertunda

MEMBARA: Api tampak menyala dari mesin pesawat Garuda yang mengangkut CJH asal embarkasi Makassar, Rabu (15/5). Pesawat tersebut akhirnya mendarat kembali di bandara Makassar. - Image

MEMBARA: Api tampak menyala dari mesin pesawat Garuda yang mengangkut CJH asal embarkasi Makassar, Rabu (15/5). Pesawat tersebut akhirnya mendarat kembali di bandara Makassar.

JawaPos.com – Misi keberangkatan haji berjalan hampir satu pekan. Dalam beberapa hari ke depan, calon jemaah haji (CJH) di Madinah diberangkatkan ke Makkah.

Untuk menyambut kedatangan jemaah itu, kemarin (15/5) Kementerian Agama (Kemenag) memberangkatkan petugas haji daerah kerja (daker) Makkah. Total, ada 573 petugas haji yang masuk kelompok daker Makkah. Mereka bertugas di berbagai bidang. Mulai layanan transportasi, akomodasi, bimbingan ibadah, perlindungan jemaah, dan lainnya.

Pelepasan petugas haji daker Makkah itu dipimpin langsung oleh Sekjen Kemenag M. Ali Ramdhani. ”Saya ingin mengingatkan sekali lagi trilogi tugas yang harus dilakukan. Yaitu, pelayanan, pembinaan, dan perlindungan jemaah,” katanya.

Dia mengingatkan, seluruh petugas haji harus bisa memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Khusus untuk pelayanan pembinaan, petugas harus mampu mendampingi jemaah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji. Untuk pelindungan, petugas harus memastikan perlindungan jemaah.

Pejabat yang akrab disapa Dhani itu menegaskan, biaya keberangkatan dan operasional petugas haji dibayar APBN. Tidak menggunakan dana haji dari setoran jemaah. ”Menggunakan dana terpisah yang disiapkan negara untuk digunakan para petugas,” jelasnya.

Rencananya, operasional perhajian di Makkah berlangsung mulai 21 Mei. Ditandai dengan pergerakan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah.

Sementara itu, terdapat laporan gangguan pada penerbangan jemaah haji kloter 5 dari embarkasi Makassar kemarin. Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-1105 terpaksa melakukan return to base (RTB, kembali ke bandara). Alasannya adalah mematuhi prosedur langkah cepat mitigasi risiko di aspek safety dan keamanan operasional pada penerbangan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, keputusan RTB tersebut segera diambil pilot in command (PIC) setelah pesawat lepas landas. ”Dengan mempertimbangkan kondisi kendala engine pesawat yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut setelah diketahui ada percikan api pada salah satu engine,” katanya.

Dari pertimbangan kondisi itu, mesin pesawat diharuskan menjalani prosedur pengecekan secara menyeluruh. Sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan armada untuk dapat kembali beroperasi. ”Perlu kami sampaikan bahwa penerbangan tersebut telah mendarat dengan selamat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar,” ujarnya. Seluruh penumpang langsung diarahkan kembali menuju asrama untuk menunggu kesiapan pesawat pengganti.

Pesawat dengan nomor penerbangan GA-1105 itu dioperasikan dengan armada B747-400. Pesawat ini diberangkatkan dari Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 15.30 waktu setempat. Dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, pada pukul 21.10 waktu setempat. Penerbangan itu mengangkut sedikitnya 450 penumpang, yang merupakan rombongan calon jemaah haji asal embarkasi Makassar, serta 18 awak pesawat.

RIANG: Rombongan CJH tiba di bandara Madinah, Rabu (15/5). Mereka akan menjalani ibadah Arbain sebelum diberangkatkan ke Makkah. PPIH Arab Saudi daker Makkah sudah siap menerima kedatangan jemaah.

Di bagian lain, sejumlah provinsi terus melepas keberangkatan haji perdananya. Salah satunya, CJH dari Provinsi Kalimantan Timur yang masuk dalam embarkasi Balikpapan. Pelepasan dipimpin langsung oleh Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab dan Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik.

Akmal mengingatkan semua pihak yang terkait dengan penyelenggaraan haji agar berperan aktif memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh CJH di embarkasi Balikpapan. ”CJH yang diberangkatkan dari embarkasi Balikpapan bukan hanya dari Kaltim,” katanya. Ada juga yang berasal dari Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. Dia menekankan, pelayanan prima harus diutamakan agar jemaah merasa nyaman beribadah.

Saat itu kloter pertama CJH asal Kaltim yang diberangkatkan dari embarkasi Balikpapan berjumlah 324 orang. Termasuk tim pembimbing pemandu dan kesehatan CJH asal Balikpapan. Total jumlah CJH dari embarkasi Balikpapan tahun ini mencapai 6.030 orang. Terdiri atas 19 kloter dan dua gelombang keberangkatan.

Kloter terakhir keberangkatan CJH embarkasi Balikpapan dilakukan pada 10 Juni mendatang. Akmal berharap CJH menjalankan ibadah dengan baik, sehat, dan selamat sampai nanti kembali ke rumah masing-masing. Seluruh jemaah diminta selalu bersabar ketika menunaikan ibadah dan bisa menjaga emosi. (wan/ris/c14/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore