Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Juli 2023 | 04.58 WIB

Hadits Keutamaan Meninggal Dunia saat Sedang Berhaji

Ribuan jemaah haji, termasuk jemaah haji dari Indonesia sempat tertahan selama berjam-jam di Muzdalifah

 

JawaPos.com – Musim Haji 2023 akan segera berlalu. Tidak sedikit jemaah haji Indonesia yang meninggal di Makkah dan Madinah. Kementerian agama (Kemenag) menyebutkan, banyak jamaah yang tetap memaksa untuk berangkat meski sedang sakit, karena meninggal di tanah suci termasuk doa yang disunnahkan oleh ulama saat sedang berhaji. 

Diketahui, meninggal di tanah suci disunnahkan oleh Rasulullah SAW karena membawa kemuliaan dan syafaat, karena mati dalam keadaan syahid. Dapat dipastikan, mati dalam keadaan syahid merupakan cita-cita semua umat muslim, lebih-lebih meninggal saat melakukan ibadah haji.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam Hadits riwayat Ahmad dan Tirmidzi:

 مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا

“Barangsiapa yang ingin mati di Madinah, maka matilah disana. Sesungguhnya aku akan memberi syafaat bagi orang yang mati disana,” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Namun, berdoa dan berharap agar meninggal di tanah suci bukan berarti meninggal dunia dengan sengaja, seperti dengan menyakiti diri sendiri, sengaja jatuh sakit, bahkan bunuh diri. Kematian yang dimuliakan oleh Allah SWT adalah kematian yang sesuai dengan takdir Allah SWT saat melakukan ibadah haji.

Sebagai umat muslim, meninggal dunia dalam keadaan syahid adalah hal yang mulia dan dicita-citakan. Maka dari itu, tidak sedikit yang mantap berangkat meski sedang tidak enak badan. Ini sejalan dengan Hadits riwayat Abu Ya'la yang berbunyi: 

من خرج حاجا فمات كتب له أجر الحاج إلى يوم القيامة ومن خرج معتمرا فمات كتب له أجر المعتمر إلى يوم القيامة ومن خرج غازيا فمات كتب له أجر الغازي إلى يوم القيامة

"Barangsiapa keluar untuk berhaji lalu meninggal dunia, maka dituliskan untuknya pahala haji hingga hari kiamat. Barangsiapa keluar untuk umrah lalu meninggal dunia, maka ditulis untuknya pahala umrah hingga hari kiamat. Dan barangsiapa keluar untuk berjihad lalu mati maka ditulis untuknya pahala jihad hingga hari kiamat,” (HR Abu Ya'la).

Dengan demikian, sebaik-baiknya seorang muslim atau muslimah adalah Ia yang mati dalam keadaan syahid. Karena kemuliaan saat mati syahid sangat besar. 

Diketahui, proses pemulangan jemaah haji dari Arab Saudi ke Indonesia tengah berjalan. Sampai dengan 10 Juli 2023 24.00 WIB, jemaah gelombang I yang telah tiba di Tanah Air berjumlah 42.605 orang yang tergabung dalam 111 kelompok terbang. 

“Tanggal 11 Juli 2023 jemaah gelombang I yang diberangkatkan ke Tanah Air dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah berjumlah 7.299 jemaah atau 19 kloter,” kata Koordinator Media Center Haji (MCH) PPIH Pusat Dodo Murtado.

Sedangkan rencana keberangkatan jemaah dan petugas dari Arab ke ke Indonesia hari ini, 12 Juli 2023 berjumlah 6.635 orang atau 17 kloter.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore