Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Juni 2023 | 03.10 WIB

Marisa Puspita Sari, Mantan Pengawal Khusus Istri Presiden yang Kini Dampingi Para Jemaah Haji Lansia

SEPENUH HATI: Letda Sus Marisa Puspita Sari menanyai jemaah haji lansia yang tertinggal romobongan di posko sektor khusus Masjidilharam (13/6).

Bentengi Ibu Sepuh saat Cium Kakbah di Tengah Pusaran Ribuan Jemaah

Jemaah lansia menjadi ”vitamin” Marisa Puspita Sari untuk tidak merasa capek. Mereka tertinggal, kesasar, dan sakit di Masjidilharam mengisi hari-hari perempuan yang pernah tergabung dalam Paspampres itu.

Laporan dari Makkah: Eko Priyono-Abdi D. Noor

---

DALAM sehari saja, puluhan lansia dengan beragam masalah yang harus didampingi Letda Sus Marisa Puspita Sari. Ada yang kesasar, tertinggal rombongan, atau sakit.

”Pokoknya seru deh,” ucapnya saat ditemui Jawa Pos di posko sektor khusus yang biasa jadi tempat penampungan lansia di Masjidilharam Selasa (20/6) lalu.

Lokasinya tepat di depan barisan bus di Terminal Syib Amir. Tidak ada bangunan. Hanya jajaran kontainer yang disulap menjadi ruangan. Ketika ada temuan jemaah lansia, langsung diarahkan ke posko tersebut.

Marisa adalah salah satu srikandi sektor khusus yang ditugaskan di Masjidilharam. Tugas utamanya mencari jemaah haji, terutama perempuan yang butuh bantuan. Perempuan disiagakan di Masjidilharam karena bisa lebih lincah untuk mengakses tempat-tempat khusus dibandingkan laki-laki.

Misalnya kawasan Kakbah lantai 1 yang biasa dipakai tawaf. Untuk laki-laki, hanya yang berpakaian ihram yang bisa masuk ke sana. Sementara jika berpakaian ihram, gerak petugas tidak lincah.

Sementara perempuan cukup memakai baju biasa. Karena itulah, dia sering “jalan-jalan” di kawasan jalur tawaf. ”Saya jalannya melawan arus. Biar kelihatan kalau ada jemaah yang butuh bantuan,” ucap perempuan yang pernah menjadi pengawal khusus Ibu Negara Ani Yudhoyono semasa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Jika terlihat jemaah yang lemas kecapekan, Marisa langsung mendekat dan memapahnya keluar jalur tawaf untuk diistirahatkan. Dia akan menungguinya sampai pulih. Kalau kondisinya memungkinkan untuk melanjutkan, akan ditemani hingga tawaf selesai. Kalau tidak, akan ditawari untuk naik skuter atau kursi roda. Tapi, jika kondisi kesehatannya tidak memungkinkan, akan dibawa ke posko kesehatan.

Saat kali pertama menginjakkan kaki di Masjidilharam, perempuan yang pernah tergabung dalam Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sejak 2009 hingga 2017 itu mendapati pengalaman yang menurut dia sangat mengesankan. Saat itu menjalani umrah qudum, salah satu rukun haji.

Setelah menyelesaikan tawaf, Marisa melihat seorang perempuan ndelosor lemas di pinggiran halaman Kakbah. ”Wajahnya nggak ada ekspresinya,” ucap perempuan 36 tahun itu.

Marisa pun mendatangi dan menanyainya. Perempuan lansia tersebut tidak menjawab. Ketika dilihat lebih saksama, ternyata perempuan itu buang air besar dan membanjiri pakaiannya. ”Aku bingung juga kasihan. Harus bagaimana. Ini pertama ke Kakbah,” jelasnya.

Marisa lalu memapah si ibu mencari tempat yang bisa untuk mencuci pakaian. Dia mendapatkan tempat wudu yang lokasinya cukup jauh. Belum berjodoh, saat akan memulai pembersihan, seorang petugas malah mengusirnya. Dia berhasil menyelinap di salah satu sudut yang sepi pengunjung.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore