Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Juni 2023 | 00.21 WIB

Jadwal Berubah, 79 Penerbangan Haji Alami Keterlambatan

Ilustrasi ibadah Haji. - Image

Ilustrasi ibadah Haji.

JawaPos.com – Hingga hari ke-13 pemberangkatan haji 2023, terdapat 79 penerbangan yang terlambat. Catatan dari sistem komputerisasi haji terpadu (siskohat) Kemenag, sampai tadi malam (5/6), hanya 28 penerbangan yang tepat waktu dan 103 lainnya lebih cepat dari jadwal.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab meminta maskapai, baik Garuda Indonesia maupun Saudia Airlines, serius memperhatikan kenyamanan jemaah haji.

”Maskapai harus lebih kooperatif dalam menginformasikan setiap perubahan atau keterlambatan penerbangan. Maskapai juga harus lebih solutif,” tegasnya kemarin.

Menurut Saiful, tingkat perubahan dan keterlambatan jadwal penerbangan jemaah haji Indonesia tahun ini sudah cukup tinggi. Angkanya lebih dari 15 kali keterlambatan atau perubahan jadwal. Padahal, saat ini masih dalam tahap pemberangkatan gelombang pertama (24 Mei–7 Juni).

Dia meminta ketepatan jadwal keberangkatan menjadi perhatian serius pihak maskapai. Sebab, perubahan jadwal penerbangan mengakibatkan efek domino. Yakni mengganggu pemenuhan layanan kepada jemaah, baik di asrama haji maupun di Madinah dan Makkah.

Sementara itu, Kapuskes Haji Kementerian Kesehatan Liliek Mahendrosusilo mengungkapkan, jemaah haji dengan risiko tinggi (risti) sebanyak 75,37 persen. ”Jemaah ini berusia 60 tahun ke atas yang punya komorbid atau tidak atau di bawah 60 tahun, tapi punya komorbid,” terang dia.

Liliek memerinci, pada daker Madinah, saat ini ada 24.467 jemaah yang dirawat jalan di kloter dan 172 jemaah harus dirujuk. Di Makkah, ada 1.223 jemaah yang dirawat jalan di kloter dan 13 jemaah dirujuk. Lalu, di daker bandara, ada 502 jemaah yang dirawat di kloter dan 165 dirujuk. ”Penyakit yang paling banyak diderita jemaah adalah kelelahan,” kata Liliek. Jumlahnya 5.766 orang. Lalu, hipertensi esensial, ISPA, myalgia atau nyeri otot, dan diabetes menjadi yang banyak dikonsultasikan di kloter.

Hingga saat ini, jemaah meninggal tercatat sebanyak 15 orang. ”Dua pertiga yang meninggal adalah lansia,” katanya. (wan/lyn/c9/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore