Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Juni 2023 | 17.35 WIB

Tidak Sekadar Kurban, Dompet Dhuafa Klaim Berikan Banyak Manfaat Bagi Masyarakat

Pemotongan hewan kurban dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya, Minggu (10/7). Diskominfo Surabaya/Antara - Image

Pemotongan hewan kurban dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya, Minggu (10/7). Diskominfo Surabaya/Antara

JawaPos.com - Berkurban menjadi salah satu ibadah sunah yang diperintahkan Allah SWT. Dalam momen hari raya Idul Adha (hari kurban) tersebut, umat muslim yang memiliki rezeki berkecukupan disunahkan untuk menyembelih hewan kurban sebagai tanda bersyukur dan berbagi antar umat manusia.
 
Seiring berjalannya waktu, menjalani ibadah kurban dirasa bagi umat muslim semakin hari semakin mudah. Hal tersebut terlihat dengan tumbuhnya program kemudahan berkurban yang diinisiasi lembaga-lembaga sosial dan berkembang hingga kini. 
 
Salah satunya adalah Dompet Dhuafa yang menawarkan program kemudahan berkurban melalui Tebar Hewan Kurban (THK). Selain Dompet Dhuafa, lembaga amal lainnya yang membuka program kurban bagi masyarakat yang hendak berkurban yakni Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas.
 
 
Dalam gelaran kurban pada Idul Adha 1436H/2015, dengan mengusung tema “Andai Ini Kurban Terakhirku,” untuk Dompet Dhuafa, melalui THK, pihaknya mengklaim berupaya memberikan yang terbaik untuk amal terbaik dalam kemudahan berkurban bagi masyarakat dan donatur. 
 
"Keunggulan dan keistimewaan pun dihadirkan dalam program kurban yang bergulir sejak tahun 1994 ini," jelas pihak Dompet Dhuafa melalui keterangannya.
 
Beberapa manfaat lainnya selain sekadar berkurban yang dijanjikan Dompet Dhuafa yakni prosesnya yang mudah. Dalam memudahkan umat muslim yang ingin melaksanakan ibadah kurban, Dompet Dhuafa pun turut memberikan sarana bagi para pekurban (orang yang berkurban), dengan menghadirkan kanal-kanal layanan kemudahan berkurban. 
 
Kanal-kanal layanan kemudahan berkurban di antaranya, melalui kanal perbankan, QR Code, payment online, kerja sama dengan e-commerce, Jemput Zakat, Qurban Goes to School, dan sekitar 150 konter dan gerai Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa di wilayah Jabodetabek.
 
Selain itu, dalam upaya menanamkan nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan dan kepeduliaan antarsesama kepada anak-anak dirasa sangat penting. Untuk itu, Dompet Dhuafa melalui kegiatan Qurban Goes to School, berupaya mengedukasi siswa-siswi untuk menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dan menyosialisasikan program kurban THK Dompet Dhuafa.
 
"Edukasi disampaikan dengan cara mendongeng karena menyenangkan dan dapat diserap dengan baik sehingga mendapat respon yang baik dari para siswa. Sosialisasi seperti ini akan dilakukan di berbagai sekolah di daerah Jabodetabek hingga 22 September mendatang. Sasarannya merupakan siswa-siswi dari TK hingga SMP," lanjut pihak Dompet Dhuafa.
 
Kemudian, tahun ini, dalam skala Nasional, Dompet Dhuafa menargetkan sebar 22.000 hewan kurban. pendistribusian hewan kurban berupa domba, kambing, sapi, dan kerbau ini akan dilakukan di Daerah-daerah terpencil, rawan gizi, terbelakang, miskin dan daerah yang terkena bencana dan kerusuhan di seluruh Indonesia. 
 
 
Tak hanya itu, lebih lembaga amal ini menyebut kalau pendistribusian hewan kurban juga akan menjangkau ke luar negeri. Penyaluran kurban luar negeri di daerah miskin dengan penduduk minoritas muslim, daerah konflik perang seperti di Gaza, Palestina dan Mindanao, Filipina yang mana di Palestina, Dompet Dhuafa akan mendistribusikan hewan kurban berupa unta di wilayah yang mengalami konflik dengan Israel ini. 
 
Kemudian, penilaian standar mutu yang digunakan dalam proses pengadaan dan pendistribusian hewan ternak oleh mitra peternak pemberdayaan kurban (PP-Kurban) THK terdiri dari beberapa parameter sesuai kriteria yang ditentukan. Penilaian mutu terdiri dari empat parameter yakni bobot hidup, kesehatan dan fisik, pelaksanaan pemotongan, dan tepat sasaran.
 
Pertama, pada bobot hidup, kriteria mutu yang ditetapkan untuk domba dan kambing jenis standar kisaran 25 hingga 29 kilogram. Untuk domba dan kambing jenis premium, kisaran hingga 33 hingga 39 kilogram. Sedangkan untuk sapi, kisaran hingga 250-300 kilogram (rumus lingkar dada). 
 
 
Kedua, terkait kesehatan dan fisik, kriteria mutu yang ditetapkan adalah hewan kurban tidak cacat, lepas gigi khusus kambing dan sapi, serta jantan.
Ketiga, dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban, kriteria mutu yang ditetapkan oleh Program THK Dompet Dhuafa adalah cara dan pemotongan yang dilakukan haruslah sesuai syar’i yang ditetapkan dalam Islam.
 
Pengambilan foto pelaksanaan kurban, serta pelaporan tepat waktu kepada para pekurban yang sudah berkurban melalui Dompet Dhuafa. Keempat, yakni tepat sasaran. Sasaran distribusi adalah wilayah miskin. Selain itu, calon penerima manfaat adalah masuk kategori masyarakat yang kurang mampu.
 
Terakhir, dalam pelaksanaan kurban, Dompet Dhuafa menyebut telah merekrut tim pelaksana pengendalian mutu (quality control) QC memiliki beberapa tugas dalam menjalankan amanahnya sebagai QC. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan dan pelayanan THK mulai dari fase pengadaan sampai pemotongan yang syar’i kepada pekurban maupun masyarakat penerima manfaat. 
 
"Dengan begitu, seluruh masyarakat mampu merasakan manfaat hari raya kurban dan ikut melaksanakan ibadah kurban, turut berlomba dalam sebuah kebaikan," tandas pihak Dompet Dhuafa.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore