Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Juni 2023 | 14.24 WIB

PPIH Siapkan 100 Kursi Roda dan 15 Mobil Golf untuk Jemaah Haji Lansia di Mina

Petugas haji Kelompok terbang (kloter) 50 membantu calon jemaah haji jelang keberangkatan di Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/06/2023). Sebanyak 480 jemaah calon haji yang tergabung kloter 50 embarkasi haji Jakarta-Bekasi diberangkatkan menuju ta - Image

Petugas haji Kelompok terbang (kloter) 50 membantu calon jemaah haji jelang keberangkatan di Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/06/2023). Sebanyak 480 jemaah calon haji yang tergabung kloter 50 embarkasi haji Jakarta-Bekasi diberangkatkan menuju ta

 
JawaPos.com - Puncak haji segera tiba. Sejumlah persiapan terus dilakukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi khususnya terkait pelayanan jemaah di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna). 
 
“Pada momen puncak haji khususnya pada fase Mina, jemaah harus jalan kaki ke Jamarat untuk lempar jumrah. Jarak tempuh terdekat antara tenda ke jamarat sekitar 3 km, kalau pergi pulang berarti 6 km. Sementara jarak terjauh mencapai 7 km, kalau pergi pulang 14 km,” kata Koordinator Media Center Haji (MCH) PPIH Pusat Dodo Murtado di Jakarta, Selasa (20/6).
 
Pada rute tenda Mina - Jamarat tersebut, jelas Dodo, PPIH menyiapkan petugas layanan lansia yang ditempatkan di setiap titik. Mereka akan dibekali dengan sejumlah perangkat, termasuk 100 kursi roda dan lainnya. 
 
 
“Dan selama di Mina, pihak Masyarik akan menyiapkan 15 mobil golf untuk layanan lansia, juga bagi jemaah risti serta penyandang disabilitas,” jelas dia. 
 
“Fasillitasi kursi roda dengan jumlah signifikan serta mobil golf di Mina menjadi salah satu terobosan baru dan ikhtiar PPIH melayani jemaah khususnya jemaah lansia yang jumlahnya tahun ini mencapai kurang lebih 67 ribu jemaah,” sambungnya. 
 
Selama di Makkah, jemaah mendapatkan 3 kali makan, makan pagi, makan siang dan makan malam. Tahun ini, PPIH Arab Saudi mengganti menu sarapan untuk jemaah haji. Menu yang awalnya akan disajikan dalam bentuk roti, tahun ini diberikan berupa sarapan nasi, lauk, dan air mineral. 
 
“Sarapan pagi berupa roti atau snack sudah dievaluasi. Hal itu, tidak sesuai dengan kebiasaan jemaah haji Indonesia yang umumnya sarapan dengan nasi,” jelasnya.
 
Penetapan menu makanan, termasuk sarapan jemaah haji, Dodo mengatakan, sejak awal melibatkan tim pengawas katering. Mereka adalah ahli gizi yang juga dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung. Pembahasan menunya juga melihatkan ahli gizi dari Kementerian Kesehatan. 
 
“Berdasarkan penjelasan tim pengawas katering, menu sarapan yang disajikan ini setidaknya sudah memenuhi karbohidrat dan protein yang dibutuhkan jemaah untuk mendapatkan tenaga. Menu ini juga sudah melalui pembahasan dengan ahli gizi dari Kementerian Kesehatan,” terang dia.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore