Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Juli 2025 | 00.16 WIB

Trauma Sekunder Akibat Konsumsi Konten Perang, Ancaman Nyata dari Layar Gawai

Seorang remaja menatap layar ponsel sambil duduk di kamar gelap, mencerminkan kecemasan yang dipicu oleh konsumsi konten kesehatan mental di media sosial. (Dok. Canva) - Image

Seorang remaja menatap layar ponsel sambil duduk di kamar gelap, mencerminkan kecemasan yang dipicu oleh konsumsi konten kesehatan mental di media sosial. (Dok. Canva)

JawaPos.com - Konflik bersenjata masih berlangsung di berbagai belahan dunia, mulai dari Gaza hingga Ukraina. Layar ponsel dan komputer dipenuhi oleh gambar dan video memilukan. 

Bagi sebagian pengguna media sosial, akses instan terhadap realitas brutal tersebut bisa berdampak serius pada kesehatan mental. Dampaknya juga dialami bagi mereka yang tidak berada di garis depan konflik. Inilah yang dikenal sebagai trauma sekunder.

Seperti dilansir dari laman Deutsche Welle (DW), fenomena ini terjadi ketika seseorang mengalami tekanan psikologis bukan karena mengalami kejadian traumatis secara langsung, tetapi karena menyaksikan penderitaan orang lain melalui media seperti foto atau video. 

Meskipun istilah ini banyak digunakan dalam konteks profesional seperti jurnalisme atau aktivisme hak asasi manusia, risikonya kini juga mengintai pengguna awam di media sosial.

Bahkan, Direktur Pelaksana Lab Investigasi Digital di Human Rights Watch Sam Dubberley mengatakan, paparan konten semacam ini secara berulang dinilai memiliki potensi besar memicu gangguan emosional. "Selalu bersiap, hindari kejutan, dan bersiaplah untuk melihat materi yang mengganggu kapan saja saat beralih ke daring,” ungkap dia.

Menurutnya, penting bagi pengguna media sosial untuk menyadari dampak emosional yang mungkin muncul saat menonton video kekerasan.

“Jujurlah pada diri sendiri. Jika kamu melihat sesuatu yang menyedihkan yang mempengaruhi kamu, akui itu. Jangan menyembunyikannya atau berpura-pura tidak memengaruhi kamu jika memang memengaruhi,” jelas Dubberley.

Reaksi Setiap Orang Berbeda

Efek dari konten mengganggu tidak selalu sama bagi semua orang. Reaksi psikologis sangat bergantung pada pengalaman, kesiapan mental, dan konteks pribadi yang menyertai saat seseorang terpapar materi tersebut. 

Apa yang menjadi pemicu bagi satu orang bisa sangat berbeda dari yang lain. Misalnya, sebagian orang mungkin terguncang karena melihat luka fisik, sementara yang lain lebih terpengaruh oleh ekspresi putus asa di wajah anak-anak korban.

Selain itu, hubungan personal atau emosional terhadap suatu konflik juga bisa memperkuat dampaknya. Orang dengan keterikatan budaya, agama, atau keluarga terhadap suatu wilayah konflik biasanya lebih rentan terhadap trauma sekunder akibat keterlibatan emosional yang mendalam.

Strategi Perlindungan Diri

Untuk mengurangi dampak negatif dari konsumsi konten kekerasan, para ahli menyarankan agar pengguna media sosial mengambil langkah-langkah preventif. Salah satunya adalah dengan menyadari bahwa materi yang mengganggu dapat muncul kapan saja dalam linimasa media sosial, terutama selama masa perang yang terdokumentasi secara luas.

Langkah sederhana seperti menonaktifkan audio, mematikan fitur putar otomatis, atau memperkecil layar video bisa membantu meminimalkan respons emosional yang mendalam. Penelitian menunjukkan bahwa suara jeritan atau rintihan korban justru meninggalkan jejak psikologis yang lebih kuat daripada gambar visual semata.

Dalam kasus tertentu, memilih untuk tidak melihat video dan mengalihkan pandangan dari layar adalah langkah yang sah dan sehat. Pengguna juga disarankan untuk mengambil jeda rutin dari gawai agar tidak terus-menerus terpapar kekerasan digital di setiap jam terjaga.

Kenali Tanda Bahaya

Jika pengguna mulai merasakan dampak emosional seperti kesulitan tidur, mimpi buruk berulang, meningkatnya konsumsi alkohol atau zat adiktif, maka ini bisa menjadi sinyal bahwa bantuan profesional diperlukan. Langkah awal bisa dimulai dengan membicarakan perasaan tersebut kepada orang terdekat seperti keluarga, teman, atau kolega.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore