
Redmi Note 7. Jadi perangkat perdana Redmi setelah pisah dari Xiaomi.
JawaPos.com – Gebrakan Xiaomi awal 2019 ini cukup mengejutkan. Ya, baru-baru ini vendor smartphone asal Tiongkok itu memecah seri perangkat ekonomisnya, Redmi, menjadi merek sendiri.
Kiprah Xiaomi dengan seri Redmi-nya di Indonesia memang terbilang sukses. Xiaomi dengan seri Redmi (biasa) maupun Redmi Note series-nya berhasil membuat takut lawan-lawannya di tanah air. Jelas, sejak pertama datang ke Indonesia sekitar 2014, Xiaomi sudah membawa seri Redmi pertamanya dan langsung menjadi perangkat murah yang melekat di pasar tanah air.
Sejarah Redmi juga terus berkembang dengan beberapa bulan setelahnya mengumumkan ekspansi bisnis di Singapura, Malaysia, Filipina, India, termasuk ke Indonesia. Seri Redmi Note yang identik dengan perangkat dengan ukuran agak besar atau beraliran smartphone-tablet (phablet) juga hadir. Sama seperti seri Redmi (biasa), seri Redmi Note juga kemudian melekat di hati konsumen smartphone murah tanah air dengan gambaran spesifikasi yang lumayan tinggi.
Diketahui, kehadiran seri Redmi dan Redmi Note berada setelah seri Mi lahir. Penempatan dan target market dari seri-seri tersebut juga berbeda. Redmi dan Redmi Note berada di bawah seri Mi yang dijual lebih mahal. Namun begitu, mahalnya Xiaomi tetap dianggap murah oleh konsumen jika dibandingkan dengan kompetitor saat itu, yakni Samsung.
Seri Redmi dan Redmi Note yang Pernah Hadir di Indonesia
Menyambung cerita yang sudah kami singgung sedikit di atas. Kehadiran seri-seri Redmi dan Redmi Note di Indonesia sendiri mulai intens sejak 2014 hingga saat ini. Berdasarkan catatan kami, Xiaomi dengan seri Redmi pertama kali hadir di Indonesia dengan seri Redmi 1S. Redmi 1S hadir pada Agustus 2014, tak lama setelah Xiaomi mendeklarasikan diri hadir di Indonesia secara resmi.
Xiaomi Redmi 1S kala itu dijual dengan harga Rp 1,5 jutaan. Dengan harga segitu spesifikasi seperti layar HD 4,7-inci, prosesor quad-core 1,6 Ghz Cortex-A7 dengan system-on-chip Qualcomm Snapdragon 400 sudah bisa didapat konsumen. RAM 1 GB dan ROM 8 GB juga sudah didapat konsumen lengkap dengan kamera utama 8 MP dan kamera selfie 1,6 MP.
Kehadiran Redmi 1S di Indonesia saat itu bisa dibilang ‘babat alas’. Redmi 1S merupakan pemulus jalan Xiaomi untuk kemudian menghadirkan perangkat-perangkat Redmi penerus di Indonesia hingga saat ini yang sudah sampai generasi ke-6 dengan Redmi 6 dan Redmi 6A.
Sementara untuk Redmi Note, seri pertama Redmi Note di Indonesia memiliki nama ‘Redmi Note’ juga. Perangkat tersebut meluncur tak lama setelah Redmi 1S hadir di pasaran Indonesia. Seperti kami singgung di atas, seri Redmi Note pada awalnya merupakan varian dengan layar yang lebih lega dari varian Redmi biasa dengan konsep phablet.
Redmi Note sebagai perangkat phablet pertama yang memiliki layar lebih lega dari seri Redmi (biasa) kala itu dijual dengan harga Rp 2 jutaan saja. Dengan harga segitu, Redmi Note sudah mendapat layar 5,5 inci dengan RAM 2 GB dan ROM 8 GB. Lainnya, ada kamera utama 13 MP dan 5 MP hadir menemani generasi pertama Redmi Note ini. Sama seperti Redmi 1S, Redmi Note juga menjadi pembuka jalan bagi kehadiran perangkat Redmi Note selanjutnya hingga saat ini yang sudah berada di seri Redmi Note 6 Pro di pasaran Indonesia.
Redmi dan Redmi Note Bawa Kontroversi dan Buat Kompetitor Takut
Masih seputar Redmi dan Redmi Note. Kehadiran perangkat-perangkat tersebut di Indonesia juga membawa dampak yang cukup terasa. Salah satunya adalah berubahnya tren smartphone di segmen entry-level baik dari segi harga hingga bekal spesifkasi yang dibawa. Redmi dan Redmi Note bahkan sempat membuat geger bahkan sampai muncul anggapan bahwa mereka adalah perusak harga pasar.
Stigma perusak harga pasar mulai mencuat kala Redmi 5A hadir akhir Desember 2017 lalu. Sebab, produk Xiaomi ini menawarkan harga yang terbilang murah sekali untuk kelas smarphone entry-level yang ada di pasaran, yakni Rp 999 ribu. Harga segitu terbilang sangat murah mengingat spesifikasi yang dibawanya lebih tinggi ketimbang rivalnya Samsung yang menjual perangkatnya di harga 2 jutaan.
Karena harganya yang miring itu, Xiaomi Redmi 5A menjadi smartphone yang paling dicari. Namun konsumen yang menginginkannya ternyata banyak yang gigit jari lantaran ketersediaan stok Redmi 5A di pasaran mendadak langka. Sekalipun ada, harganya melambung lumayan tinggi dari harga saat peluncuran dan sempat menjadi kontroversi.
Kontroversi lainnya juga datang dari seri Redmi Note, yakni Redmi Note 5. Redmi Note 5 sendiri hadir awal 2018 lalu. Hampir mirip dengan kontroversinya Redmi 5A, Redmi Note 5 juga mengalami insiden kelangkaan stok untuk waktu yang lumayan lama terhitung sejak pertama diluncurkan. Kelangkaan Redmi Note 5 kala itu juga memunculkan istilah baru, yakni smartphone gaib.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
