Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Desember 2021 | 22.33 WIB

Kuartal 3 Tahun 2021, Pasar Smartphone di Indonesia Dilaporkan Lesu

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Firma riset pasar International Data Corporation (IDC) baru saja merilis laporan terbarunya terkait kondisi pasar smartphone di tanah air pada periode kuartal tiga (Q3) 2021. Jelang tutup tahun, kondisi pasar ponsel pintar dalam negeri dilaporkan lesu.

Jumlah pengapalan ke pasar Indonesia disebutkan turun 12,4 persen Year on Year (YoY) menjadi hanya 9,2 juta. Pada kuartal yang sama tahun sebelumnya, pasar smartphone di tanah air menyentuh angka pengapalan sebanyak 10,5 juta unit.

Associate Market Analyst IDC Indonesia Vanessa Aurelia, dalam keterangannya menjelaskan, faktor yang menjadi pemicu penurunan jumlah pengapalan tersebut karena memuncaknya kasus Covid-19 secara global pada Juli 2021 lalu.

Hal ini disebut membawa imbas yang cukup terasa pada kesulitan pasokan bahan baku akibat kebijakan lockdown di beberapa wilayah dan negara. “Hal ini menyebabkan retail shutdown yang berimbas pada wilayah Jawa-Bali dan beberapa hotspot lainnya, sehingga penjualan offline juga mengalami penurunan,” jelas Vanessa.

Sementara itu, kebijakan pembatasan wilayah kemudian mulai mereda sejak September 2021. Namun, kekurangan pasokan dinilai masih akan berdampak pada produksi dan pengiriman ponsel secara keseluruhan pada tahun ini.

Dirinya juga menjelaskan kalau vendor smartphone saat ini dilaporkan mulai mengurangi produksi model smartphone 4G dan mulai fokus pada varian smartphone 5G. Hal ini seiring dengan kenaikan harga komponen yang menyebabkan kenaikan harga untuk beberapa model 4G kelas bawah.

Menurutnya vendor bertindak strategis dalam upayanya menangani situasi pasokan yang sulit ini. Beberapa vendor memilih untuk mengganti, atau tidak merilis model yang memiliki lebih banyak kendala pasokan.

"Beberapa vendor lainnya mulai mengeksplorasi cara lain, seperti meninjau kembali strategi distribusi untuk menjaga harga terkendali,” imbuh Vanessa.

Selanjutnya, smartphone dengan spesifikasi 5G mulai banyak diproduksi pada kuartal III-2021, sehingga pangsa pasarnya meningkat menjadi 7 persen dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 6 persen.

“Harga jual rata-rata smartphone 5G pun turun 27 persen Quarter on Quarter (QoQ) menjadi USD 418 (setara Rp 6 jutaan). Ini terjadi karena vendor berusaha keras untuk menghadirkan smartphone 5G yang terjangkau ke pasar,” pungkas Vanessa.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore