Ilustrasi: Smartphone lipat Samsung.
JawaPos.com - Samsung dilaporkan menargetkan sebanyak 20 juta penjualan ponsel lipat pada tahun 2024. Menurut laporan outlet Korea The Elec, Samsung berambisi untuk membidik target besar pada tahun 2024, menargetkan 20 juta unit terjual dari Galaxy Z Fold 5, Z Flip 5, dan Galaxy Z Fold 6 yang akan datang yakni Z Flip 6 tahun depan.
Melansir GSMArena, Samsung dilaporkan diperkirakan akan mengirimkan 10 juta perangkat lipat tahun ini. Angka tersebut terdiri dari tiga juta unit Galaxy Z Fold 4 dan Z Flip 4, dan tujuh juta dari dua model saat ini. Sebelumnya, target pengiriman Samsung adalah 16 juta pada tahun 2023.
Laporan tersebut menguraikan bagaimana Samsung terkejut dengan perangkat lipat Huawei yang lebih tipis dan ringan, Mate X3 diluncurkan pada bulan April, dan Mate X5 diluncurkan pada bulan September. Huawei berusaha keras mencapai desain ponsel yang dapat dilipat meskipun menghadapi keterbatasan besar yang disebabkan oleh sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap perusahaan tersebut.
Di sisi lain, Samsung meskipun memiliki akses ke lebih banyak teknologi terjebak pada desain yang sangat dikritik dengan lipatan yang menonjol dan tampilan sampul aspek tinggi yang canggung.
Laporan tersebut terus mengatakan bahwa Samsung akan meluncurkan desain ulang besar-besaran pada Galaxy Z Fold 6 pada tahun 2024.
Bicara mengenai smartphone lipat, tampaknya ambisi Samsung tidak terlalu mengejutkan. Pasalnya, tren saat ini memang meniyratkan demikian, perangkat yang dapat dilipat dalam hal ini smartphone memang sudah mulai diterima dan banyak dicari masyarakat.
Di Indonesia, sebelumnya data Google Trends di Indonesia menunjukkan penelusuran 'HP Lipat' di YouTube dan Google tumbuh lebih dari 56 persen. Dengan banyaknya pilihan yang tersedia di pasar, 1 dari 2 orang Indonesia yang disurvei mengandalkan Google dan YouTube sebagai saluran utama untuk mendapatkan informasi terkait smartphone premium, diikuti oleh media sosial, TV/radio, media cetak, dan papan reklame.
“Masyarakat Indonesia memiliki minat yang tinggi untuk mengeksplorasi inovasi teknologi baru, tetapi mereka juga sangat mengutamakan produktivitas dan kenyamanan, apalagi rata-rata orang Indonesia menggunakan smartphone lebih dari 5,7 jam setiap hari,” kata Stephanie Elizabeth, Tech Industry Lead, Google Indonesia di Jakarta, belum lama ini.
Dirinya melanjutkan, berdasarkan survei, masyarakat Indonesia dari berbagai usia mencari smartphone yang dapat membantu mereka menjadi lebih produktif dan efisien.
“Dengan banyaknya paparan terhadap manfaat perangkat lipat di YouTube dan Google, kami yakin itu juga membuat mereka membayangkan hal apa saja yang dapat dilakukan oleh produk-produk ini, sehingga membuat mereka semakin tertarik terhadap smartphone premium ini,” imbuh Stephanie.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
