
Kamera mirrorless Full-frame Sony a9 Mark II secara resmi ditawarkan dengan harga Rp 63,4 jutaan di Indonesia. (Istimewa)
JawaPos.com - Sony mengumumkan Alpha A9 Mark II (model ILCE-9M2) segera dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp 63,4 jutaan. Model terbaru kamera mirrorless full-frame andalan Sony itu dikatakan bakal tersedia pada Januari 2020 mendatang.
Sebelumnya, pihak Sony pada peluncuran kamera mirrorless APS-C a6600 dan a6100 belum lama ini di Jakarta mengatakan bahwa A9 Mark II akan mulai tersedia pada Februari 2020. Sony A9 Mark II terbaru adalah rangkaian dari kamera full-frame dengan lensa interchangeble seri A dan dirancang khusus untuk mendukung para profesional yang bekerja di bidang fotografi olahraga dan jurnalisme foto.
Pembaruan mencakup konektivitas dan pengiriman file secara signifikan, pemotretan beruntun hingga 10 fps dengan mechanical shutter. Kemudian performa AF yang berevolusi dengan algoritma baru yang dioptimalkan, desain yang dirancang ulang untuk meningkatkan daya tahan, pengoperasian, dan banyak lagi.
President Director Sony Indonesia Kazuteru Makiyama mengatakan, Sony A9 Mark II merupakan hasil dari berbagai masukan yang disampaikan oleh pengguna dan fotografer olahraga dan berita sejak diluncurkannya A9 model pertama. "Kami pun telah menambahkan konektivitas dan kapabilitas jaringan yang secara drastis dapat meningkatkan alur kerja para profesional juga menyesuaikan desain, interface dan processing power yang dapat meningkatkan pengalaman pengguna," ujarnya dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com.
Selain itu, dirinya juga menyebut, A9 Mark II yang dilengkapi dengan sistem e-mount yang sangat serbaguna dengan 55 lensa asli. Termasuk lensa super-telephoto 60 mm dan 400mm G Master series.
Photo
Kamera mirrorless Full-frame Sony A9 Mark II. (TechRadar)
Sony A9 Mark II memiliki terminal Ethernet 1000BASE-T yang diklaim memungkinkan komunikasi gigabit yang cepat dan stabil untuk pemindahan data serta dukungan enkripsi SSL atau TLS (FTPS) untuk meningkatkan keamanan saat pemindahan data. Performa PC remote (tether) shooting juga ditingkatkan dengan menurunkan jeda waktu rilis serta mengurangi penundaan tampilan live screen saat menggunakan aplikasi desktop ‘remote camera tool’.
Fungsi wireless LAN dalam A9 Mark II juga ditingkatkan dengan menambahkan jaringan 5 GHz (IEEE 802.11ac) yang stabil dan cepat. Sebelumnya Alpha 9 memiliki jaringan sebesar 2,4 GHz dan mendukung standar IEEE 802.11a/b/g/n/ac.
Dirancang untuk meningkatkan kecepatan alur kerja kantor berita, Alpha 9 II memiliki fitur Voice Memo baru yang memungkinkan informasi lisan dilampirkan pada gambar dalam bentuk voice memos yang bisa diputar kembali ketika gambar ditinjau ulang. Data suara juga dapat disertakan dengan gambar yang dikirim kepada editor, memberikan mereka informasi yang penting untuk proses edit yang efektif.
Pengiriman gambar menggunakan pesan suara juga dapat dilakukan dengan menggabungkan wireless voice image transfer yang dapat dikonversi ke dalam bentuk teks yang terlampir secara otomatis melalui FTP tanpa perlu mengoperasikan smartphone. Pengaturan FTP pada aplikasi dapat dikirim ke kamera melalui bluetooth yang memungkinkan alur kerja menjadi lebih cepat.
Dari segi spesifikasi teknis fotografi, Sony a9 Mark II memiliki sensor 35 mm full-frame stacked 24.2 MP Exmor RS CMOS sensor gambar dengan memori integral yang sama dengan A9 generasi pertama. Hal tersebut diklaim memberikan kecepatan performa dan kualitas gambar yang luar biasa.
Model baru ini bisa memotret secara runtut tanpa suara pada 20 fps hingga 361 gambar JPEG atau 239 gambar compressed RAW, tanpa viewfinder blackout. Ini memungkinkan fotografer mengikuti subjek dan pergerakan tanpa gangguan ke EVF pada saat pengambilan gambar. Alpha 9 II dapat memotret hingga 10 fps, 2x lebih cepat daripada Alpha 9 ketika mechanical shutter dipilih atau dibutuhkan.
Kamera ini dapat menjalankan auto focus (AF) dan Auto Exposure (AE) secara bersamaan hingga 60 kali per detik. Pengoptimalan algoritma AF dikatakan memberikan peningkatan performa AF yang dapat menangkap pergerakan subjek yang tidak menentu, seperti dalam olahraga, ditampilkan dengan presisi tinggi. Selain untuk olahraga, kamera ini menawarkan mode foto anti-flicker yang secara otomatis mendeteksi dan menyesuaikan pencahayaan untuk memaksimalkan kualitas gambar.
Alpha 9 Mark II memiliki sistem fokus yang terdiri dari 693 titik AF focal-plane phase-detection yang mencakup sekitar 93 persen dari area gambar dan 425 titik kontras AF. Sistem Fast Hybrid Autofocus menghasilkan performa yang sangat cepat dan akurat, memastikan semua objek yang bergerak cepat dapat ditangkap secara akurat.
Kemampuan fokus juga ditambahkan, termasuk real-time eye AF dengan pilihan right eye atau left eye, real-time eye AF untuk fauna yang dilengkapi algoritma baru, real- time eye AF untuk film, real-time tracking, pemilihan warna bingkai fokus, kontrol titik fokus Touchpad pada saat menggunakan viewfinder, dan yang lainnya.
Seperti sudah disinggung di atas, mirrorless full-frame Sony A9 Mark II akan tersedia di Indonesia pada Januari 2020 dengan harga Rp 63.499.000.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
