Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Oktober 2026 | 17.30 WIB

APBN 2027, Pemerintah Genjot Penerimaan dari Pajak hingga PNBP

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung, menyebut sejumlah strategi pemerintah untuk memperkuat penerimaan negara secara berkelanjutan sekaligus menjaga disiplin fiskal dalam APBN 2027.
 
Dari sisi perpajakan, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) akan memperluas basis pajak dengan memanfaatkan data dan teknologi. Selain itu, optimalisasi Coretax dan Compliance Risk Management Integrated Risk Engine juga akan dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
 
Pemerintah juga akan meningkatkan pengawasan terhadap wajib pajak strategis dan berisiko tinggi, memperkuat penegakan hukum pajak, serta mengoptimalkan pemberian insentif pajak.
 
Sementara dari sisi kepabeanan dan cukai, pemerintah akan mengoptimalkan pencegahan dan pemberantasan perdagangan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal. Kebijakan juga diarahkan pada intensifikasi tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) dan bea masuk komoditas tertentu.
 
 
Selain itu, pemerintah akan memperluas basis penerimaan bea keluar dan BKC, memperkuat nilai pabean dan klasifikasi barang, serta meningkatkan fasilitasi ekspor, hilirisasi, dan pertumbuhan wilayah.
 
Peningkatan layanan dan tata kelola kepabeanan dan cukai juga menjadi bagian dari strategi tersebut.
 
"Lalu dari sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), bagaimana kita bisa mengoptimalkan penerimaan Sumber Daya Alam (SDA) melalui perbaikan tata kelola, penguatan SIMBARA, dan peningkatan nilai tambah yang ramah lingkungan," ujar Juda dalam Media Gathering Kementerian Keuangan, Kamis (2/10).
 
Juda mengatakan, pemerintah juga akan meningkatkan kualitas layanan PNBP melalui standardisasi, inovasi, digitalisasi, dan penyederhanaan layanan. Selain itu, kepatuhan PNBP akan diperkuat melalui peningkatan pengawasan dan penegakan hukum.
 
"Ini yang diharapkan menjadi penguatan sumber-sumber penerimaan," ujarnya.
 
Di sisi pembiayaan, defisit APBN 2027 akan dijaga pada level 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah akan mengutamakan pembiayaan yang bersumber dari dalam negeri untuk mengurangi kerentanan terhadap gejolak global.
 
"Strategi utamanya adalah tetap fokus dominannya di pembiayaan dari domestik yang relatif tidak rentan terhadap gejolak global. Surat Berharga Negara (SBN) kita sekarang ini mungkin hanya 13-14 persen yang dimiliki asing. Sementara, 10 tahun lalu SBN kita hampir 40 persen yang dimiliki asing," jelasnya.
 
Menurutnya, penurunan porsi kepemilikan asing pada SBN dapat mengurangi kerentanan pasar keuangan Indonesia terhadap gejolak pasar uang dan valuta asing.
 
 
Adapun kebijakan pembiayaan anggaran 2027 akan diarahkan untuk mengendalikan defisit dan pembiayaan dalam batas yang aman dan berkelanjutan. Pemerintah juga akan menggunakan pembiayaan utang sebagai langkah antisipatif serta menerapkan active cash and debt management.
 
Selain itu, pemerintah akan mengoptimalkan peran Danantara, Special Mission Vehicle (SMV), Badan Layanan Umum (BLU), dan Sovereign Wealth Fund (SWF).
 
Strategi lainnya mencakup penguatan ketahanan fiskal untuk menghadapi ketidakpastian, meningkatkan kolaborasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, memperluas akses pembiayaan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), serta mengoptimalkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai buffer untuk memitigasi ketidakpastian.
 
Juda mengatakan, berbagai strategi pembiayaan tersebut dilakukan untuk memastikan disiplin pengelolaan fiskal tetap terjaga. Hal itu dinilai penting untuk membangun dan mempertahankan kepercayaan (trust) terhadap pengelolaan keuangan negara.
 
"Kita sudah banyak belajar dari negara-negara yang utangnya banyak dan defisitnya tinggi. Itu semua pertumbuhannya ups and downs, tidak sustainable, dan yield mereka lebih tinggi, biaya utangnya lebih mahal, ditambah juga tidak sustainable. Jadi disiplin itu penting dalam pengelolaan fiskal, dan trust itu sangat dipengaruhi oleh kedisiplinan kita," pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore