Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 September 2026 | 13.43 WIB

Minat Produk USD Meningkat, Proteksi di Era Global Makin Dibutuhkan

Karyawan menghitung mata uang asing di di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan menghitung mata uang asing di di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com – Di tengah percepatan perkembangan Artificial Intelligence (AI), meningkatnya kebutuhan global, serta perubahan cara masyarakat mengelola kekayaan lintas generasi, minat terhadap produk perlindungan berbasis Dolar AS (USD) diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Selain faktor globalisasi, tren transfer kekayaan antar generasi atau intergenerational wealth transfer juga menjadi pendorong baru bagi masyarakat affluent dalam merencanakan keuangan untuk masa depannya.

Chief Product Officer Prudential Indonesia Astono Hermawan mengatakan saat ini semakin banyak orang yang tidak hanya fokus pada besarnya manfaat perlindungan, Tetapi juga mempertimbangkan bagaimana nilai perlindungan tersebut dapat tetap relevan terhadap kebutuhan masa depan yang semakin global.

"Produk perlindungan berbasis USD dapat menjadi salah satu pilihan bagi mereka yang ingin mendiversifikasi perencanaan keuangannya sekaligus mempersiapkan kebutuhan keluarga yang memiliki eksposur terhadap mata uang asing," ujar Astono dikutip Jumat (4/9).

Menurutnya, banyak keluarga saat ini tidak hanya berfokus pada membangun aset, tetapi juga memastikan nilai kekayaan dan perlindungan yang dimiliki dapat diwariskan secara optimal kepada generasi berikutnya. Perencanaan keuangan modern kini mencakup aspek perlindungan keluarga, edukasi finansial, dan perencanaan warisan yang lebih matang.

Dalam kondisi tersebut, perlindungan berbasis USD dapat menjadi salah satu instrumen yang membantu menjaga kesinambungan rencana keuangan keluarga, khususnya bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan pendidikan internasional, investasi global, atau tujuan keuangan jangka panjang yang dipengaruhi oleh pergerakan mata uang asing.

Perkembangan AI tidak hanya mengubah cara perusahaan beroperasi. Melainkan juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di berbagai sektor, mulai dari teknologi, kesehatan, hingga keuangan.

Dalam saat yang sama, ketidakpastian ekonomi global, tekanan inflasi, serta kebutuhan yang semakin terhubung dengan ekonomi internasional mendorong masyarakat untuk memikirkan kembali strategi perlindungan dan pengelolaan kekayaan jangka panjang.

Menurut berbagai laporan industri global1, investasi pada infrastruktur AI diperkrakan mencapai USD 750 miliar pada 2026 dan menjadi salah satu pendorong utama transformasi ekonomi global. Di Asia Pasifik, industri asuransi juga diproyeksikan terus bertumbuh seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan masyarakat kelas menengah dan affluent yang semakin mengglobal.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore