
Talk show bertajuk "Literasi dan Inklusi Keuangan: Cerdas Mengelola Keuangan, Bebas Cemas di Masa Depan" dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kinerja industri otomotif nasional yang terus membaik dinilai perlu diimbangi dengan meningkatnya pemahaman masyarakat dalam mengelola pembiayaan kendaraan.
Di tengah pertumbuhan penjualan mobil domestik yang mencapai 436.564 unit pada semester I 2026 atau naik sekitar 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, PT Toyota Astra Financial Services (TAF) menekankan pentingnya pembiayaan yang bertanggung jawab.
Sejalan dengan tren tersebut, TAF bersama Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar talk show bertajuk "Literasi dan Inklusi Keuangan: Cerdas Mengelola Keuangan, Bebas Cemas di Masa Depan" dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Melalui kegiatan ini, TAF ingin mendorong masyarakat agar tidak hanya memiliki akses terhadap pembiayaan, tetapi juga memahami cara mengelola keuangan sebelum mengambil keputusan finansial.
Upaya tersebut juga didukung oleh kondisi industri pembiayaan yang masih tumbuh positif. Berdasarkan data OJK, piutang pembiayaan nasional meningkat 1,88 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp511,26 triliun pada Juni 2026.
Direktur TAF Ezar Kumendong mengatakan, peningkatan literasi keuangan menjadi fondasi penting bagi terciptanya pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan.
"Bagi TAF, literasi keuangan adalah fondasi dari pembiayaan yang sehat. Nasabah yang memahami produk dan kondisi finansialnya secara utuh akan mengambil keputusan yang lebih baik. Dan pada akhirnya, itu menciptakan kualitas portofolio yang lebih berkelanjutan bagi industri," ujar Ezar di ICE BSD, Tangerang Selatan, Jumat (7/8).
Menurut TAF, edukasi keuangan menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap pembelian kendaraan. Pemahaman mengenai kemampuan finansial, pengelolaan anggaran, hingga risiko utang konsumtif dinilai menjadi faktor penting agar pembiayaan tidak membebani kondisi ekonomi konsumen di kemudian hari.
Melalui kolaborasi dengan OJK, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, penggunaan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak, serta kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan keuangan digital, mulai dari pinjaman online ilegal, investasi ilegal, hingga social engineering.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
