
ILUSTRASI: mata uang rupiah. (Pixabay)
JawaPos.com - Pengamat Ekonomi Publik, Amal Ihsan, menilai penurunan Transfer ke Daerah (TKD) dan permasalah struktural di pemerintah daerah sejak lama menyebabkan sejumlah masalah bagi perekonomian daerah.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat sebagian besar daerah tetap bergantung pada pemerintah pusat untuk membiayai pelayanan publik dan operasional pemerintahan.
“Tekanan fiskal daerah saat ini merupakan gabungan antara guncangan kebijakan jangka pendek dan kelemahan struktural yang sudah lama ada,” ujar Ala kepada JawaPos.com, Jumat (31/7).
Alan mengatakan, permasalahan keuangan daerah terdekat berasal dari penurunan TKD. Dimana, pagu TKD dalam APBN 2026 awalnya ditetapkan sekitar Rp 692,9 triliun, turun sekitar Rp 227 triliun atau 24,7 persen dibandingkan alokasi APBN 2025 sebesar Rp 919,9 triliun.
Menurutnya, upaya pemerintah yang menyesuaikan dengan menaikan kembali pagu menjadi sekitar Rp 706,3 triliun, nilainya tetap jauh di bawah tahun sebelumnya.
“Pada saat yang sama, pemerintah daerah tetap harus membiayai pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, administrasi pemerintahan, serta belanja pegawai yang sebagian besar bersifat wajib,” ujarnya.
Allan mengatakan, permasalahan lain yang membuat kondisi keuangan daerah menjadi tertekan adalah terkait dengan permasalahan struktural di pengelolaan keuangan daerah sejak lama.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBD) 546 pemerintah daerah menunjukkan Pendapatan Asli Daerah nasional hanya sekitar Rp 429,3 triliun, sedangkan pendapatan transfer dari pemerintah pusat mencapai sekitar Rp 700,5 triliun.
“Artinya, secara agregat, transfer pusat masih sekitar 63 persen lebih besar daripada PAD,” ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022