
Ilustrasi asuransi perlindungan jiwa. (Pinterest)
JawaPos.com - Kesenjangan perlindungan finansial (protection gap) di Asia masih tergolong tinggi, mencerminkan masih banyak masyarakat yang belum memiliki perlindungan memadai terhadap risiko kesehatan maupun kehilangan pencari nafkah. Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang di tengah meningkatnya harapan hidup dan beban ekonomi keluarga.
Menurut Swiss Re Institute Asia Life & Health Consumer Survey 2025, health protection gap di Asia mencapai sekitar Rp4.200 triliun, sedangkan mortality protection gap menyentuh sekitar Rp2.150 triliun pada 2024.
Temuan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat, termasuk di Indonesia, terhadap perlindungan finansial masih sangat besar untuk menghadapi berbagai risiko kehidupan.
Tantangan tersebut semakin kompleks dengan bertambahnya jumlah masyarakat Indonesia yang menjadi bagian dari generasi sandwich. Mereka harus menanggung kebutuhan anak sekaligus merawat orang tua yang memasuki usia lanjut, di tengah kenaikan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi.
Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka harapan hidup masyarakat Indonesia pada 2025 mencapai 74,47 tahun dan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kombinasi dari meningkatnya usia harapan hidup, besarnya protection gap, serta bertambahnya tanggung jawab keluarga dinilai mengubah cara masyarakat dalam mempersiapkan keamanan finansial di masa depan. Perlindungan jangka panjang pun mulai menjadi salah satu instrumen yang dipertimbangkan untuk membantu menjaga kondisi ekonomi keluarga ketika risiko tak terduga terjadi.
Niharika Yadav, Presiden Direktur AXA Financial Indonesia (AFI), mengatakan, pihaknya percaya bahwa masa depan perlindungan tidak hanya sekadar tentang mengatasi risiko, tetapi juga tentang memberdayakan masyarakat agar dapat hidup lebih lama, lebih sehat, dan lebih bermakna dengan penuh rasa percaya diri.
Dengan Lifetime Protection Powered by AXA Long Term Life Protector yang memiliki perlindungan asuransi hingga usia 100 tahun sekaligus seiring dengan kemajuan Indonesia, pihaknya memandang keamanan finansial juga perlu terus berkembang menuju solusi yang mampu memberikan kepastian lintas generasi.
“Tingginya angka harapan hidup, melebarnya kesenjangan perlindungan, serta meningkatnya beban finansial keluarga menuntut pendekatan perlindungan yang baru,” kata Yadav di Jakarta.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022