
Bank Indonesia (BI) masih berpeluang untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate selama nilai tukar Rupiah masih tertekan. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Indonesia, menilai Bank Indonesia (BI) masih berpeluang untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate selama nilai tukar Rupiah masih tertekan.
Ekonom Core Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan peluang penyesuaian kembali BI Rate masih terbuka karena nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan yang cukup besar atas Dollar AS.
“Selama rupiah masih berada di bawah tekanan dan dolar AS tetap kuat, BI memiliki alasan untuk mempertahankan sikap yang cenderung ketat,” ujar Yusuf kepada Jawapos, Sabtu (20/6).
Meski masih memiliki peluang, menaikan kembali suku bunga akan berdampak terhadap suku bunga kredit. Yusuf mengatakan, kenaikan suku bunga acuan pada akhirnya ditransmisikan ke bunga kredit meskipun tidak secara langsung dan biasanya terjadi dengan jeda waktu.
“Biaya pinjaman berpotensi meningkat, baik untuk KPR, kredit kendaraan, maupun pembiayaan usaha,” ujarnya.
Yusuf melanjutkan, dengan begitu maka akan membuat dilemma kebijakan yang harus diambil oleh bank sentral maupun pemerintah.
Pasalnya, upaya menjaga stabilitas rupiah dilakukan dengan konsekuensi biaya dana yang lebih tinggi, yang pada gilirannya dapat menahan konsumsi dan permintaan kredit.
“Karena itu BI harus menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan pertumbuhan ekonomi,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, Bank Indonesia (BI) kembali menaikan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI terbaru.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
