
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, CEO Danantara Rosan Roeslani, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, COO Danantara Dony Oskaria meninjau kondisi IHSG di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (19/5/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat 12 perusahaan berada dalam pipeline (antrean) akan melangsungkan Initial Public Offering (IPO) per 5 Juni 2026. Jumlah tersebut berkurang dibandingkan antrean sebanyak 15 perusahaan dalam laporan BEI sebelumnya per 22 Mei 2026.
“Hingga saat ini, terdapat dua belas perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dikutip Senin (15/6).
Dari dua belas perusahaan, Nyoman mengungkapkan delapan perusahaan masuk kategori aset skala besar di atas Rp250 miliar, dan empat perusahaan beraset skala menengah rentang Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.
Ketentuan kriteria aset tersebut sebagaimana Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.
Dari total 12 perusahaan dalam antrean IPO, dari sisi sektor, Nyoman merinci sebanyak tiga perusahaan sektor barang konsumen non primer, tiga perusahaan sektor kesehatan dan dua perusahaan sektor barang konsumen primer.
Kemudian, dua perusahaan sektor infrastruktur, satu perusahaan sektor keuangan, serta satu perusahaan sektor transportasi dan teknologi. Sepanjang tahun ini terhitung sampai 5 Juni 2026, telah terdapat satu perusahaan yang melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia.
Dengan demikian, total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia tercatat sebanyak 957 perusahaan sampai saat ini. Sampai 5 Juni 2026, BEI mencatat penerbitan sebanyak 53 emisi dari 36 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun senilai Rp 69,94 triliun.
Sampai periode tersebut, Nyoman mengungkapkan terdapat 63 emisi dari 40 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline untuk menerbitkan emisi EBUS. Sementara itu, untuk aksi rights issue, telah terdapat empat perusahaan yang telah melangsungkan aksi "rights issue" dengan total nilai Rp 3,89 triliun sampai periode 5 Juni 2026.
Dalam antrean, terdapat sebanyak satu perusahaan yang akan melangsungkan aksi "rights issue", yang terdiri dari perusahaan sektor properti.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022