Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juni 2026 | 14.40 WIB

Rupiah Hari Ini: Diprediksi Melemah di Kisaran Rp 17.980-Rp 18.030 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah diprediksi melemah di kisaran Rp 17.980-Rp 18.030 per dolar AS. Konflik Timur Tengah dan kenaikan inflasi AS jadi faktor utama hari ini. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Nilai tukar rupiah diprediksi melemah di kisaran Rp 17.980-Rp 18.030 per dolar AS. Konflik Timur Tengah dan kenaikan inflasi AS jadi faktor utama hari ini. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS diperkirakan kembali tertekan pada perdagangan Jumat (12/6) setelah melemah 44 poin atau menyentuh Rp 17.988 pada perdagangan Kamis (10/6).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, pergerakan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dollar AS akan bergerak fluktuatif didorong sentimen negatif dari eksternal.

"Untuk perdagangan (12/6) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.980-Rp 18.030," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Jumat (12/6).

Ibrahim menjelaskan, terdapat beberapa sentimen eksternal akan mempengaruhi pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS. Adapun, sentimen yang mempengaruhi pergerakan Rupiah diantaranya konflik geopolitik di Timur Tengah dan rilis data harga konsumen Amerika Serikat (AS).

Ia menjelaskan, informasi terkait penutupan Selat Hormuz oleh Komando militer gabungan Iran berpotensi menyebabkan lonjakan harga minyak mentah dunia dan berimplikasi langsung kepada pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS.

“Blokade Iran selama berbulan-bulan di selat tersebut, yang biasanya dilalui seperlima dari pengiriman minyak dan gas global telah membuat harga minyak tetap tinggi,” ujarnya.

Selain itu, rilis harga konsumen AS yang naik 4,2 persen pada bulan Mei atau tertinggi dalam tiga tahun terkhir juga mempengaruhi pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS.

Ibrahim mengatakan, dari faktor domestik pelaku merespon proyeksi dari OECD akan potensi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia pada tahun 2026 akan melebar dan menyentuh batas aturan fiskal.

“Dalam asumsi APBN 2026, defisit dipatok di level 2,7 persen dari PDB. Angka proyeksi defisit 3 persen pada 2026 juga tercatat meningkat dibandingkan realisasi defisit pada 2025 yang berada di level 2,9 persen dari PDB,” ucapnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore