Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juni 2026 | 00.18 WIB

Meski Rupiah Anjlok, Fuad Bawazier Nilai Kondisi Ekonomi Indonesia saat ini Berbeda Dengan era 98

Forum Ekonomi Konstitusi bertajuk 'Masa Depan Rupiah dan Paradigma Ekonomi Baru' di Jakarta, Kamis (11/6)/(Dimas Choirul/Jawapos.com). - Image

Forum Ekonomi Konstitusi bertajuk 'Masa Depan Rupiah dan Paradigma Ekonomi Baru' di Jakarta, Kamis (11/6)/(Dimas Choirul/Jawapos.com).

 JawaPos.com – Mantan Menteri Keuangan era 1998, Fuad Bawazier, mengungkapkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini dibandingkan saat krisis moneter 1998. Menurut dia, sejumlah indikator utama menunjukkan perekonomian nasional masih berada di jalur positif.

Fuad mengatakan, perbedaan paling mencolok terlihat dari laju pertumbuhan ekonomi. Pada krisis 1998, ekonomi Indonesia terkontraksi sangat dalam hingga mencapai pertumbuhan negatif.

"Ya, memang ada beda. Dulu memang, memang lebih, misalnya dari sudut pertumbuhan, sampai pertumbuhannya menjadi minus. Dulu inget gak? Minus 13 persen loh," kata Fuad dalam sebuah diskusi Forum Ekonomi Konstitusi bertajuk 'Masa Depan Rupiah dan Paradigma Ekonomi Baru' di Jakarta, Kamis (11/6).

Selain itu, nilai tukar rupiah pada masa krisis 1998 juga mengalami pelemahan yang sangat tajam. Menurut dia, saat itu kurs rupiah sempat menembus Rp16.000 per dolar Amerika Serikat dalam waktu yang relatif cepat.

"Dulu kan beda bener, '98. Terus rupiahnya sampai Rp16.000 ya. Kursnya itu, uh cepat bener itu. Sudah bisa Rp16.000," ujarnya.

Fuad menilai kondisi saat ini tidak menunjukkan gejolak sedrastis yang terjadi pada 1998. Sejumlah indikator ekonomi masih mencatatkan kinerja positif meski menghadapi berbagai tantangan global.

"Sekarang kan semuanya kan serba enggak seperti drastis begitu. Semuanya juga rasio positif, gitulah. Dan memang sudah agak beda, dan situasinya juga," tuturnya.

Meski demikian, Fuad menyinggung adanya upaya-upaya tertentu yang menurutnya dapat memengaruhi situasi ekonomi dan politik nasional. Ia membandingkannya dengan kondisi menjelang jatuhnya pemerintahan Presiden Soeharto pada 1998.

"Kalau dulu gangguannya adalah program-program yang diajuin itu untuk menjatuhkan Pak Harto. Waktu itu kan? Kalau sekarang ya, ada upaya juga. Ya intinya ya pertamanya barangkali ada udang di balik batunya itu aja itu," katanya.

Ia menambahkan, pada masa krisis 1998 pertumbuhan ekonomi Indonesia bahkan bertahan di zona negatif selama dua tahun. Karena itu, menurutnya kondisi saat ini belum dapat disamakan dengan krisis yang pernah terjadi hampir tiga dekade lalu. "Jadi memang dari situ juga sudah agak beda," pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore