
Direktur SCNP Donny T Herwindo Y dalam paparan publik perusahaan di Bogor. (Istimewa)
JawaPos.com – Di tengah tekanan perekonomian akibat pemelahan nilai tukar rupiah dan kenaikan harga komoditas global menyusul konflik di Timur Tengah, emiten manufaktur PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) mampu mencatatkan kinerja solid dengan membukukan kenaikan pendapatan 44 persen sepanjang empat bulan pertama dibanding periode yang sama tahun 2025.
"Kita membukukan penerimaan Rp 99 miliar sepanjang empat bulan pertama 2026, naik 44 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 68,9 miliar," ujar Direktur SCNP Donny T Herwindo Y dalam paparan publik di kantornya di Bogor, Selasa (9/6/2026).
Sepanjang 2026, perusahaan melakukan sejumlah inisitif seperti diversifikasi produk serta otomasi robotik untuk meningkaykan efisiensi. Manajemen SCNP secara proaktif merespons dinamika pasar dan tantangan seperti volatilitas valuta asing serta ketatnya persaingan produk impor. Perseroan mengambil langkah ekspansif yang berani dengan mendiversifikasi lini usaha masuk ke pasar produksi rice cooker fungsional.
Dony mengungkapkan untuk meningkatkan kapasitas produksi 2026, perusahaan melanjutkan program ekspansi yang telah dilakukan pada 2025. SCNP menyiapkan belanja modal sebesar Rp 30 miliar tahun ini melengkapi alokasi belanja modal yang dikucurkan sebesar Rp 40 miliar tahun lalu.
Baca Juga:Dipanggil Presiden ke Istana, Chatib Basri Laporkan Risiko Kenaikan Harga akibat Pelemahan Rupiah
Sepanjang 2025, SCNP mampu memproduksi sejumlah produk rumah tangga mencapai 1,1 juta unit, naik dibanding tahun 2024 yang mencapai 989 ribum atau tumbuh sebesar 7,25 persen. Dengan tambahan ekspansi usaha, diharapkan total peralatan rumah tangga yang diproduksi bisa tumbuh menjadi 1,6 juta unit.
"Tahun ini kita berbagai bisa membukukan pendapatan sebesar Rp 389 miliar dengan target laba bersih sebesar Rp 30 miliar," imbuh Dony.
Dia mengaku pelemahan rupiah terhadap dolar AS menyebabkan naiknya biaya produksi produk alat rumah tangga yang diproduksinya. "Kenaikan itu kita tidak bebankan ke konsumen, tapi kita lakukan dengan berbagai langkah, seperti efisiensi dan sejumlah alternatif lainnya," kata Dony.
Sepanjang 2025, SCNP mencatatkan pendapatan sebesar Rp241 miliar, tumbuh 6,96% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp225 miliar. laba kotor SCNP melonjak signifikan sebesar 29,37% menjadi Rp33,75 miliar. Selaras dengan hal tersebut, laba bersih tahun berjalan terkerek naik 28,16% mencapai Rp15,65 miliar dari Rp12,21 miliar pada tahun sebelumnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
