Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Juni 2026 | 15.37 WIB

Catat Penjualan Rp 177 Miliar di Kuartal Pertama 2026, INOV Bidik Target 5 Persen Hingga Akhir Tahun

Public expose INOV melalui virtual zoom, Rabu (10/6)/(Istimewa). - Image

Public expose INOV melalui virtual zoom, Rabu (10/6)/(Istimewa).

JawaPos.com - PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), perusahaan daur ulang limbah PET di Indonesia mempertahankan kinerja positif selama kuartal pertama tahun 2026 dengan penjualan sebesar Rp 177 miliar, atau naik 36 persen dari periode yang sama tahun lalu. 

Penjualan INOV kuartal ini dihasilkan oleh Re-PSF dengan kontribusi sebesar 53 persen, Non-Woven 20 persen, dan Homeware and Others sebesar 27 persen.

“Kami bersyukur bisa mempertahankan kinerja penjualan kami, dan sekaligus tetap berperan dengan baik dalam bisnis ini," ujar Direktur Utama INOV, JaeHyuk Choi dalam public expose melalui virtual zoom, Rabu (10/6).

Dengan pencapaian di kuartal pertama, Perusahaan tengah membidik kenaikan kinerja penjualan sebesar 5 persen untuk tahun 2026, meski sebelumnya menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan hingga 10 persen. Hal itu karena melihat ketidakpastian global akibat konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat, serta penguatan dolar AS membuat perusahaan menyesuaikan target menjadi lebih moderat.

"Awalnya (kinerja keuangan) kita prediksi naik 10 persen, tapi ini ada perang dan dolar AS itu naik, jadi agak sedikit kita turunkan targetnya," kata Direktur INOV, Lee Yong Hwa.

Berbagai langkah yang disiapkan perusahaan untuk meningkatkan kinerja di tahun 2026 di antaranya memperluas portofolio usaha dengan menambah dua lini bisnis baru, yaitu produksi resin/chips daur ulang serta perakitan peralatan industri mesin tekstil. 

Dengan adanya dua lini bisnis baru ini, INOV berharap dapat memperkuat posisi bisnis sekaligus mencapai kestabilan usaha perusahaan melalui optimalisasi sumber daya yang dimiliki.

Selanjutnya, INOV juga meremajakan mesin-mesin lama yang boros energi dan berkapasitas rendah. Langkah lain yang akan diambil INOV untuk optimalisasi adalah meningkatkan efisiensi penggunaan energi dalam proses produksi. Sumber energi yang digunakan INOV meliputi listrik, gas, cangkang sawit, cangkang kemiri, dan serpihan kayu.  

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore