Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Maret 2026 | 05.06 WIB

Outlook Bank Himbara Negatif di Tengah Ramainya Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ekonom Soroti Tata Kelola Fiskal

Tampak depan Koperasi Kelurahan Merah Putih Brondong, Lamongan. (Dok. Radar Lamongan) - Image

Tampak depan Koperasi Kelurahan Merah Putih Brondong, Lamongan. (Dok. Radar Lamongan)

JawaPos.com – Revisi outlook sejumlah bank Badan Usaha Milik Negara (Himbara) menjadi negatif oleh lembaga pemeringkat internasional, Fitch Rating, mendapat sorotan dari kalangan ekonom. 

Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal menyebut langkah Fitch itu sejalan dengan pandangan lembaga pemeringkat global lainnya.

"Outlook dari Fitch ini kan sejalan sebetulnya dengan outlook negatif yang diberikan oleh Moody's dan juga catatan yang diberikan oleh MSCI yang kaitannya dengan pasar modal kita," ujarnya kepada Jawapos.com, Kamis (26/3).

Menurut Faisal, ada sejumlah faktor utama yang menjadi perhatian, terutama terkait tata kelola fiskal dan arah kebijakan pemerintah. Selain itu, kemampuan koordinasi kebijakan juga menjadi catatan penting bagi investor global. "Tapi terutama di sini adalah tata kelola fiskal," ujar Faisal.

Lebih lanjut Faisal menilai, keterlibatan bank Himbara dalam berbagai program prioritas pemerintah turut memengaruhi persepsi risiko tersebut. Salah satunya adalah program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang membutuhkan dukungan pembiayaan dari perbankan pelat merah.

Ia menekankan bahwa kejelasan desain program menjadi kunci utama agar tidak menimbulkan tekanan terhadap kinerja keuangan bank-bank tersebut.

"Ya, jadi artinya kalau kemudian kejelasan desain ya daripada program-program prioritas ini, hal itu menjadi kunci untuk bisa memastikan kesuksesan daripada program tersebut, termasuk juga dalam yang berkaitan tentu saja kalau kesuksesannya itu dengan cash flow dan kemampuan kinerja keuangan daripada Himbara ya yang membiayai, ikut membiayai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," tuturnya.

Faisal menegaskan, berbagai catatan dari lembaga pemeringkat tersebut saling berkaitan dan mengarah pada isu yang sama, yakni stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

"Nah jadi itu menurut saya semuanya sejalan ya, jadi catatan-catatan kaitannya dengan dengan tata kelola fiskal dan berhubungan juga dengan stabilitas makroekonomi," pungkasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore