
Presiden Prabowo Subianto santai soal melemahnya rupiah, Pengamat soroti risiko PHK dan kemiskinan (16/5). (Bakom RI)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto dinilai terlalu santai merespons kondisi melemahnya Rupiah, dengan statement kontroversial yang menyebut 'Orang desa tidak pakai Dolar'. Sejumlah pengamat ekonomi memberi kritik keras, dan sebagian menyoroti risiko PHK dan kemiskinan akibat kondisi depresiasi kurs.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah masih menjadi perbincangan hangat. Sebab, hal ini dipercaya memberikan sejumlah dampak negatif bagi roda perekonomian di Indonesia.
Pengamat pasar modal, Hans Kwee, menjelaskan, salah satu dampak yang bisa terjadi yakni timbulnya pemutusan hubungan kerja (PHK) pada masyarakat jika kurs dolar terus tak terkendali.
“PHK itu bisa terjadi kalau apa? Kalau kurs dolarnya tidak terkendali, perusahaan rugi. 70 persen manufaktur kita bahan-bakunya itu diimpor. Kan selama ini perusahaan menahan dengan mengorbankan margin dia. Jadi dia tetap berproduksi, harga barang nggak naikin tinggi. Nah kalau lama, rupiahnya melemah, dia terpaksa harus naikin harga,” kata Hans Kwee saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (17/5).
Dia menegaskan, saat ini penduduk Indonesia banyak yang berada di kelas menengah ke bawah. Dirinya percaya bahwa gelombang PHK sendiri akan lebih berdampak pada masyarakat yang berada di kelas tersebut.
“Sebagian besar penduduk kita itu menengah ke bawah. Nah penduduk yang menengah ke bawah ini kalau ada goncangan ekonomi dia langsung berubah jadi kelas miskin. Nah itu yang jadi masalah,” jelasnya.
“Terutama kalau terjadi PHK massal. Jadi selama ini dia kerja, begitu dia di-PHK dia langsung jadi orang miskin,” imbuhnya.
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menanggapi santai atas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang sempat menyentuh level Rp 17.600 per dolar AS.
Baca Juga:Prabowo soal Pelemahan Rupiah Tak Berdampak ke Orang Desa, Pengamat UGM: Statement Gegabah!
Dia justru menyindir pihak-pihak yang dinilai terlalu cepat menyimpulkan Indonesia akan mengalami krisis hanya karena kurs rupiah melemah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022