Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa . (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pembiayaan pembelian mobil pick-up untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut dia, pengadaan kendaraan tersebut dilakukan melalui skema pinjaman perbankan oleh Koperasi Merah Putih, bukan pembiayaan langsung dari kas negara.
“Jadi Koperasi Merah Putih adalah mereka meminjam uang dari himbara. Kewajiban saya Kementerian Keuangan adalah setiap tahun kira-kira akan menyicil pinjamannya sebesar Rp40 triliun selama 6 tahun ke depan,” kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta, dikutip Selasa (24/2).
Dia menegaskan, dari sisi fiskal pemerintah, skema tersebut tidak menambah risiko baru terhadap keuangan negara. Pasalnya, pembayaran cicilan dilakukan melalui mekanisme yang sudah dialokasikan dalam belanja rutin tahunan.
“Jadi untuk saya sih risikonya clear, enggak ada tambahan risiko fiskal. Karena setiap tahun pun itu sebagian uangnya dipindahkan dari uang dana desa. Jadi setiap tahun pun memang kita belanja segitu,” jelasnya.
Untuk diketahui, rencana impor kendaraan pick-up tersebut akan dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. Perusahaan itu berencana mendatangkan total 105 ribu unit kendaraan dari India untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih.
Impor tersebut mencakup 35 ribu unit mobil pick-up 4x4 produksi Mahindra & Mahindra Ltd., 35 ribu unit pick-up 4x4 dari Tata Motors, serta 35 ribu unit truk roda enam dari produsen yang sama. Pengiriman disebut akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun ini.
Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) meminta Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana impor 105 ribu unit mobil pick-up yang akan digunakan sebagai kendaraan niaga operasional Kopdes Merah Putih.
Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Industri, Saleh Husin, menyatakan langkah impor dalam bentuk completely built up (CBU) berpotensi melemahkan industri otomotif nasional yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan kendaraan program tersebut dari dalam negeri.
“Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi, kami mengimbau Presiden agar membatalkan rencana impor 105 ribu unit kendaraan niaga,” kata Saleh di Jakarta, Minggu (22/2).
Menurut KADIN, impor kendaraan dalam jumlah besar tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian domestik. Sebaliknya, kebijakan itu dinilai dapat menekan pertumbuhan industri otomotif nasional yang saat ini tengah berupaya bangkit.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
