
Investor melihat pergerakan kripto Bitcoin melalui handphone di Depok, Jawa Barat, Rabu (10/12/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
JawaPos.com - PT Bank Jago Tbk mencatat bahwa lebih dari tiga juta pengguna Aplikasi Jago terhubung dengan platform investasi Bibit dan Stockbit, atau meningkat 38 persen dalam setahun. Menurut perseroan, populasi nasabah Jago tersebut sejauh ini telah membuat hampir 4,5 juta 'kantong' atau fitur yang dapat memisahkan uang untuk tujuan investasi di Bibit dan Stockbit, yang lebih dari separuhnya menggunakan rekening dana nasabah (RDN) Jago.
"Kesadaran nasabah Bank Jago untuk berinvestasi meningkat pesat setiap tahunnya, terlihat dari nilai investasi mereka di Bibit dan Stockbit yang meningkat hampir 80 persen sepanjang 2025," kata Digital Product Lead Bank Jago Yusuf Aria Putera dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/2).
Adapun secara demografi, Yusuf mencatat hampir 95 persen investor pengguna aplikasi Jago yang terkoneksi dengan Bibit dan Stockbit berasal dari kelompok usia produktif, dengan rentang usia 17-44 tahun. Populasi generasi Z mendominasi hampir 65 persen, sedangkan milenial menyumbang 30 persen.
"Kalau dilihat data, lebih dari 5 persen populasi berusia 17-19 tahun. Artinya pelajar dan mahasiswa juga sudah banyak yang melek investasi, dan itu tersebar di hampir semua kota di Indonesia," kata Yusuf.
Ia turut memperkenalkan konsep “3C” yakni curious, critical, dan conscious, sebagai tips investasi bagi pemula. Menurutnya, investasi yang sehat dimulai dari rasa curious atau ingin terus belajar dan mencoba hal baru secara terukur, agar tetap bertumbuh tanpa kehilangan kendali.
Setelah itu, investor perlu bersikap critical dengan menyaring informasi dan memastikan paham akan mekanisme maupun risiko investasi sehingga tidak mudah terpengaruh rekomendasi orang.
Terakhir baru bersikap conscious, yakni mengambil keputusan untuk investasi secara sadar atau mindful sesuai dengan kondisi pribadi.
“3C bukan sekadar konsep, tapi kompas dalam berinvestasi, curious membuat kita terus bertumbuh tanpa kehilangan kendali, critical melindungi dari keputusan impulsif dan conscious menjaga agar kita tidak salah arah,” tutur Yusuf.
Adapun pada Sabtu (31/1), Bank Jago bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Stockbit telah mengadakan gelar wicara (talkshow) bertajuk “Cara Jadi Investor Realistis”.
Melalui acara yang turut dihadiri oleh Divisi Pengembangan Pasar BEI Teja Amanda Putra, Head of PR & Communication Bibit & Stockbit William, serta entrepreneur dan content creator Theo Derick, Bank Jago mengajak masyarakat membangun cerita masa depan melalui investasi yang sehat, realistis, dan penuh perencanaan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
