Layar menampilkan pergerakan IHSG saat penutupan perdagangan PT Bursa Efek Indonesia Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam pada perdagangan Rabu (28/1). Bahkan menjelang penutupan perdagangan hari ini, indeks terkoreksi lebih dari 8 persen ke level 8.227.
Meski berada di zona merah, aktivitas perdagangan justru terpantau sangat ramai. Hingga pukul 14.55 WIB, volume transaksi mencapai 5.3991 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp38,3 triliun, mencerminkan tingginya respons investor terhadap dinamika pasar hari ini.
Sejumlah analis menilai pelemahan IHSG tidak lepas dari kebijakan terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pada 27 Januari 2026, MSCI mengumumkan penerapan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam proses peninjauan indeks.
Dalam keterangannya, MSCI menyebut langkah tersebut bertujuan mengurangi risiko investability sekaligus memberi ruang bagi otoritas pasar Indonesia untuk melakukan penguatan di sejumlah aspek, terutama terkait transparansi struktur kepemilikan saham.
Meski demikian, para analis menegaskan bahwa koreksi IHSG kali ini tidak perlu disikapi secara berlebihan. Investor justru diimbau tetap tenang dan mencermati peluang yang muncul di tengah volatilitas.
Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI), David Sutyanto, menilai kondisi ini lebih tepat dipandang sebagai momentum perbaikan ketimbang ancaman bagi pasar modal nasional.
"Pasar modal Indonesia memiliki fondasi yang kuat, ditopang oleh pertumbuhan investor domestik, fundamental ekonomi yang relatif solid, serta emiten dengan kualitas bisnis yang kompetitif secara regional," ujar David dalam keterangannya, pada Rabu (28/1).
Menurut David, tantangan ke depan terletak pada penguatan infrastruktur regulasi, peningkatan transparansi data, serta konsistensi kebijakan agar sejalan dengan kemajuan pasar yang ada.
Ia menekankan bahwa koreksi IHSG hari ini merupakan bagian dari proses penyesuaian pasar terhadap informasi baru. Lebih jauh, kondisi tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan struktural pasar modal Indonesia dalam jangka panjang.
"Jika momentum ini dimanfaatkan dengan baik, bukan hanya status Indonesia sebagai Emerging Market yang dapat dipertahankan, tetapi kualitas pasar modal nasional justru dapat meningkat dan semakin dipercaya oleh investor global," tambahnya.
Pandangan senada disampaikan Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta. Ia menilai pelemahan IHSG saat ini belum mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang masih solid.
"Secara dinamika perekonomian, fundamental makroekonomi Indonesia sebenarnya masih kuat," tegas Nafan.
Karena itu, ia menyarankan investor agar tidak panik dan justru memanfaatkan koreksi pasar dengan strategi yang lebih terukur. "Dengan adanya penurunan IHSG ini, investor dapat mempertimbangkan strategi buy on dip," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
