
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (20/11/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa pemerintah akan memberikan insentif bagi investor di sektor ritel usai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) benar-benar merampungkan penertiban praktik saham gorengan.
Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan pasar modal yang sehat, sebelum akhirnya mendorong lebih banyak investor ritel untuk masuk ke dalamnya.
“Kalau kita lihat 6 bulan, lengkapin nggak? Ada yang dihukum atau nggak, nanti kita lihat,” ujar Purbaya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, dikutip Kamis (4/12).
Menurutnya, pemerintah membutuhkan bukti konkret bahwa pelaku penggoreng saham benar-benar ditindak. Jika syarat itu terpenuhu, maka pemerintah akan seger mengucurkan insentif ke pasar modal.
“Kalau ada action yang jelas bahwa penggoreng saham itu dikenakan sanksi, baru kita kasih insentif ke investor,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bendahara Negara ini juga mengaku belum ingin langsung mendorong investor ritel masuk ke pasar, mengingat kondisi saat ini masih dinilai berisiko.
“Saya takut kalau ngasih ke investor ritel dalam keadaan sekarang, mereka masuk ke tempat yang agak bahaya buat mereka,” ujarnya.
Meski demikian, Purbaya optimistis pasar modal akan kembali menarik bagi para investor setelah pemain saham gorengan tuntas dilakukan.
“Tapi kalau sudah diberesin, ya sudah. Kalau ekonominya bagus, memang baik terus ke depan, investasi di saham adalah investasi yang menarik sekali,” pungkasnya.
Sebelumnya, Purbaya juga telah melontarkan ultimatum kepada Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar. Ia meminta pasar modal dibersihkan dari praktik saham gorengan dalam tempo enam bulan atau insentif untuk investor ritel tidak akan turun.
Purbaya menegaskan langkah itu krusial untuk menciptakan ekosistem investasi yang sehat. Pemerintah, kata dia, tidak akan mengucurkan insentif selama pasar masih dipenuhi manipulasi yang merugikan investor pemula.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
