
Layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/10/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia (KISI) meluncurkan fitur IPO (Initial Public Offering) sebagai upaya mempermudah akses investor terhadap saham IPO di pasar saham Indonesia. Melalui fitur IPO, nasabah dapat memesan saham perusahaan yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung melalui aplikasi iKISI, tanpa perlu berpindah platform.
"Kami berharap pengguna dapat bertransaksi dengan lebih percaya diri dan nyaman melalui berbagai fitur terbaru di aplikasi iKISI, sekaligus mengeksplor fitur-fitur tersebut melalui kompetisi KISI Challenge: The Next Wave (Special Edition)," ujar Presiden Direktur KISI Kyoung Hun Nam, dikutip Kamis (20/11).
Dalam kesempatan ini, perseroan juga meluncurkan tampilan terbaru KINDS dalam aplikasi iKISI, yang menghadirkan pengalaman investasi reksa dana yang lebih informatif dan mudah dinavigasi. Pembaruan juga mencakup desain UI/UX yang lebih modern dan responsif, khususnya pada halaman Discover yang saat ini tampil lebih fresh dan intuitif.
Sebagai bagian dari peluncuran, KISI mengajak seluruh investor saham individual untuk berpartisipasi dalam kompetisi trading KISI Challenge: The Next Wave (Special Edition), yang berlangsung mulai 1 Desember 2025 hingga 30 Januari 2026. "Kompetisi ini kami hadirkan untuk mendukung nasabah dan calon nasabah dalam mengeksplorasi fitur-fitur terbaru di aplikasi iKISI. Kami ingin menjadikan trading sebagai pengalaman yang seru, mudah, dan menguntungkan," ujar Kyoung Hun Nam.
Kyoung Hun Nam mengatakan, program ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat aplikasi iKISI, sekaligus menjadi wujud nyata komitmen KISI dalam mendorong inklusi finansial dan literasi investasi di Indonesia.
Dalam kesempatan sama, Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum BEI, Risa E. Rustam menyampaikan bahwa hingga Oktober 2025, jumlah investor di pasar modal Indonesia mencapai 19,3 juta. "Atau bertambah hampir 4,5 juta investor baru," katanya.
Meski pertumbuhan investor cukup impresif, namun Risa menekankan perlunya meningkatkan pemahaman yang kuat mengenai produk dan risiko investasi. Kepada para investor, otoritas pasa modal menegaskan pentingnya berinvestasi secara bertanggung jawab, dan memahami profil risiko.
"Investor juga perlu mengenali produk yang digunakan, dan selalu bertransaksi melalui lembaga resmi dan diawasi," tuturnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
