
Ilustrasi: Digitalisasi menuntut kebutuhan data center di Indonesia. (Istimewa).
JawaPos.com - Akselerasi digital masih menjadi strategi andalan perbankan, untuk menguatkan ekosistem maupun efisiensi operasional. Selain itu, juga menjadi game changer bagi layanan dan transaksi keuangan masa kini.
Senior Vice President (SVP) Digital Wholesale Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk BD Budi Prasetyo menilai, Kopra memberikan perubahan signifikan terhadap layanan nasabah. Khususnya, segmen korporasi, bisnis komersial, lembaga keuangan, lembaga pemerintahan, hingga usaha kecil menengah (UKM). Platfom yang mengerintegrasikan cash management, trade finance, value chain, hingga layanan treasury. Sehingga mendukung pertumbuhan bisnis nasabah.
"Transformasi digital yang berkelanjutan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, produktif, dan berkesinambungan. Fokus pada sektor-sektor yang memberikan nilai tambah terhadap masyarakat," kata Budi, Kamis (2/10).
Hingga kuartal II, transaksi Kopra by Mandiri sebesar Rp 12.170 triliun, tumbuh 22 persen secara tahunan. Dengan frekuensi transaksi mencapai 706 juta, meningkat 14 persen year-on-year (YoY). "Angka pertumbuhan ini tercatat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," imbuhnya.
Menurut dia, Kopra berhasil ikut berperan dalam memperkuat likuiditas perseroan. Tercermin sebanyak Rp 615 triliun giro Bank Mandiri terhubung dengan Kopra. Tumbuh 10 persen YoY.
Sementara itu, BNIdirect dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) turut mencatat pertumbuhan double digit. Dengan pertumbuhan nilai transaksi 31,1 persen YoY menjadi Rp 5.246 triliun. Volume transaksi juga terkerek naik 22,1 persen YoY menjadi 717 juta.
"Transaksi dari klien korporasi menyumbang 78 persen dari total nilai transaksi, tumbuh 37 persen secara tahunan," ujar Direktur Finance and Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena.
Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) BNI meningkat 16,5 persen YoY menjadi Rp 900 triliun. Didominasi oleh peningkatan dana murah alias current account saving account (CASA) yang tumbuh 18,7 persen YoY menjadi Rp 647,6 triliun. Pertumbuhan rekening giro sebesar 25,1 persen dan tabungan 10,5 persen YoY mendorong peningkatan rasio CASA menjadi 72 persen dari 70,7 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
"Hal ini menunjukkan strategi kami untuk fokus dalam membangun struktur pendanaan jangka panjang di tengah fluktuasi kondisi ekonomi," jelasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
