
Consumer Funding and Wealth Business Head Danamon Ivan Jaya (dua dari kiri) dan Head of Bancassurance dan Group Collaboration Zurich Miressa Moravia (tiga dari kiri). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah. Padahal, masyarakat di usia produktif semakin rentan terhadap risiko penyakit kritis. PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk (Zurich) berkolaborasi menggenjot penjualan produk asuransi penyakit kritis sebagai solusi perlindungan yang komprehensif.
Zurich berupaya menarik 2.500 hingga 3 ribu nasabah baru lewat bancassurance Danamon melalui jaringan 350 kantor cabang di seluruh Indonesia. "Targetnya lebih kepada jumlah nasabah yang baru. Kurang lebih 2 ribu polis setiap bulan. Targetnya lebih ke number of new customer yang terproteksi," kata Presiden Direktur Zurich Edhi Tjahja Negara dalam peluncuran produk Perlindungan Optimal Penyakit Kritis di bilangan Sudirman, Jakarta, Kamis (18/9).
Meski demikian, tantangan terbesar dalam penetrasi asuransi di Indonesia adalah rendahnya literasi keuangan. Banyak masyarakat masih menganggap asuransi sebagai pengeluaran biaya yang sia-sia.
Makanya, Zurich aktif melakukan edukasi keuangan melalui berbagai roadshow dan event di lebih dari 30 kota di Indonesia. Program edukasi ini difokuskan terutama kepada generasi produktif. Agar mereka lebih memahami pentingnya perlindungan asuransi.
"Intinya adalah edukasi dan literasi, terutama juga untuk generasi yang produktif," ujarnya.
Edhi menuturkan, kondisi klaim asuransi kesehatan Zurich hingga Juli 2025 telah mencapai sekitar Rp 300 miliar. Seiring dengan pertumbuhan portofolio yang cukup besar. Termasuk penyakit kritis.
"(Klaim) penyakit kritis paling banyak adalah jantung, diabetes, dan stroke. Tapi kalau kesehatan lainnya adalah penyakit saluran pernapasan. Itu yang paling banyak frekuensinya," ungkapnya.
Zurich menekankan pentingnya manajemen risiko (risk improvement) untuk menjaga rasio klaim tetap terkendali. Meski tiga tahun lalu klaim sempat meningkat tajam.
Saat ini kondisi sudah lebih stabil berkat penyesuaian harga premi dan pengelolaan jaringan rumah sakit mitra. Selain itu, Zurich menjalankan langkah-langkah pencegahan (preventive measures) dengan mendorong gaya hidup sehat melalui aplikasi digital untuk meningkatkan kesejahteraan nasabah.
Salah satunya, vaksinasi anti-flu yang berhasil menurunkan frekuensi klaim. Sehingga membantu memperbaiki rasio klaim kesehatan secara keseluruhan.
"Itu salah satu risk improvement yang kita lakukan untuk memperbaiki seluruhan portofolio klaim ratio kesehatan kami," ucap Edhi.
Sementara itu, Consumer Funding and Wealth Business Head Danamon Ivan Jaya menyatakan, produk asuransi penyakit kritis bersama Zurich menyasar nasabah kelas menengah. Dengan premi terjangkau senilai Rp 250 ribu per bulan.
Produk ini diharapkan mampu menarik antara 2.500 hingga 3 ribu polis baru setiap bulan. Pendapatan dari bisnis bancassurance saat ini mencapai sekitar 20 persen dari total fee based income Danamon. Atau sekitar Rp 500-600 miliar.
"Dari bancassurance itu representasinya itu sekitar 20 persen dari total fee based income. Jadi, itu kisarannya sekitar Rp 500-600 miliar per tahun," jelasnya.
Dengan produk perlindungan optimal penyakit kritis, dia berharap angka tersebut bisa tetap terjaga atau bahkan meningkat. Meski memang, tekanan inflasi yang tinggi membuat sebagian masyarakat menganggap bahwa asuransi itu hanya buang-buang uang.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
