
Ilustrasi pembiayaan
JawaPos.com - Fenomena Artificial Intelligence (AI) kini telah semakin menjamur digunakan di Indonesia. Bahkan, teknologi ini telah dimanfaatkan oleh sejumlah layanan dari keuangan, pendidikan hingga kesehatan.
Tak ingin ketinggalan, AI turut merambah pada layanan hukum. Melalui platform “Law on Go”, permasalahan hukum finansial mengenai negosiasi utang, pinjaman perbankan, pembiayaan leasing, hingga pinjaman berbasis digital peer-to-peer lending (P2P) kini dipermudah.
Bahkan, dengan layanan ini, denda dan bunga yang dilakukan langsung kepada pihak kreditur bisa dikurangi. Alhasil, platform ini telah menangani ribuan kasus di seluruh Indonesia dan menjadi solusi hukum yang praktis dan efisien. CEO Law On Go, Ettyta Ramadhani, pun menegaskan komitmen untuk memperluas akses hukum di era digital.
“Kami percaya bahwa layanan hukum harus bisa diakses semua orang dengan mudah dan transparan. Dengan dukungan AI dan tim pengacara bersertifikat, kami siap membantu masyarakat tidak hanya dalam negosiasi utang, tetapi juga berbagai persoalan hukum lainnya,” kata Ettyta dalam keterangannya, Senin (8/9).
Di sisi lain, platform ini juga telah resmi terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan hukum digital yang aman dan sesuai regulasi.
Bahkan, platform ini juga menyediakan pengacara bersertifikat untuk menyelesaikan permasalahan hukum dari pidana hingga sengketa hukum lainnya.
Adapun penerapan AI membawa dampak positif yang signifikan pada layanan hukum di Indonesia. AI bisa meningkatkan efisiensi dan kecepatan dalam pekerjaan hukum, terutama bagi para profesional seperti pengacara, hakim, dan staf pengadilan.
Misalnya, AI dapat dengan cepat menganalisis ribuan dokumen hukum, termasuk putusan pengadilan dan peraturan, yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu jika dilakukan secara manual.
Hal ini membebaskan waktu para praktisi hukum untuk fokus pada tugas-tugas yang lebih strategis, seperti merancang argumen dan berinteraksi dengan klien.
Selain itu, penggunaan AI dalam otomasi tugas-tugas administratif seperti penjadwalan sidang, pengelolaan kasus, dan penyusunan dokumen hukum dasar juga dapat mengurangi beban kerja dan birokrasi, mempercepat proses peradilan secara keseluruhan.
Di samping efisiensi, AI juga berperan dalam meningkatkan akurasi dan aksesibilitas terhadap layanan hukum. Dengan kemampuannya untuk mengolah data dalam jumlah besar dan mengidentifikasi pola, AI dapat membantu para profesional hukum untuk membuat keputusan yang lebih tepat dan berbasis data.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
