
Ilustrasi orang yang Menggunakan layanan split bill di platform online untuk membayar makanan di restoran. (Freepik)
JawaPos.com – Generasi Z alias Gen Z tidak kekurangan cara untuk bisa tetap bergaul tanpa bikin rekening boncos.
Menjamurnya kafe dan tempat nongkrong hits, terutama di lingkungan sekitar kampus menghadirkan sistem pembayaran yang memudahkan para mahasiswa: Split bill, alias patungan bayar.
Fenomena split bill sebenarnya bukan hal baru, karena sejak dulu patungan bayar di lingkungan pertemanan sudah jamak dilakukan.
Hanya saja, di era dompet digital dan QRIS, proses split bill menjadi lebih mudah dan transparan sehingga sistem ini tak lagi dibahas secara tertutup.
Sistem split bill menjadi bukti nyata pemanfaatan peluang di depan mata yang menghadirkan solusi bersama. Para mahasiswa dengan spot nugas favoritnya, dan pemilik kafe yang terus mendapat pemasukan setiap harinya.
Kemudahan digital yang mempengaruhi berbagai aspek khususnya ekonomi juga menjadi faktor pendukung utama.
Sistem pembayaran juga semakin hari semakin praktis melalui dompet digital. Cukup dengan scan, mengecek kembali detail transaksi, menekan tombol ‘bayar’, dan dalam sekejap transaksi berhasil.
Di Indonesia, sejumlah platform mendukung sistem split bill dengan menghadirkan fitur tersebut di aplikasinya. Dilansir dari Instagram @folkative, Layanan seperti LINE Split Bill pernah mendukung tren ini meski belakangan Line mencabut layanannya sejak 30 Juli 2025.
Tapi jangan khawatir. Saat ini banyak aplikasi lain seperti OVO, Gopay, hingga DANA juga memfasilitasi kebiasaan ini.
Lebih detail, laporan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menyebutkan laju pertumbuhan tahunan QRIS melonjak hingga 194%–226% di tahun 2024, dengan jumlah pengguna hingga 52,55 juta dan merchant sekitar 33,77 juta.
Merujuk pada data tersebut, sekarang sistem pembayaran semakin mudah, split bill jadi semakin gampang dan menjadi kebiasaan.
Bukan tanpa alasan, split bill digunakan banyak orang karena manfaatnya yang sangat terasa.
Sewaktu nongkrong, kita tidak perlu lagi berpusing-pusing menghitung jumlah tagihan pesanan masing-masing. Atau kesulitan mencari uang receh untuk kembalian. Semua telah terhitung otomatis dalam bantuan fitur split bill.
Dengan begitu, setiap orang bisa mengecek secara langsung tagihannya dengan rapi. Keadilan pun otomatis terbentuk, dan semakin cocok dengan lifestyle anak muda yang serba cashless.
Bukan cuma di Indonesia, data dari Research and Markets (2025) menunjukkan bahwa nilai pasar aplikasi bill splitting mencapai USD 612 juta, dan diprediksi akan melonjak menjadi USD 864 juta pada tahun 2030.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
