Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 03.22 WIB

Mengenal Split Bill, Sistem Patungan Bayar Ala Gen Z yang Praktis tapi Kadang Bikin Rusak Pertemanan

Ilustrasi orang yang Menggunakan layanan split bill di platform online untuk membayar makanan di restoran. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang Menggunakan layanan split bill di platform online untuk membayar makanan di restoran. (Freepik)

JawaPos.com – Generasi Z alias Gen Z tidak kekurangan cara untuk bisa tetap bergaul tanpa bikin rekening boncos.

Menjamurnya kafe dan tempat nongkrong hits, terutama di lingkungan sekitar kampus menghadirkan sistem pembayaran yang memudahkan para mahasiswa: Split bill, alias patungan bayar.

Fenomena split bill sebenarnya bukan hal baru, karena sejak dulu patungan bayar di lingkungan pertemanan sudah jamak dilakukan.

Hanya saja, di era dompet digital dan QRIS, proses split bill menjadi lebih mudah dan transparan sehingga sistem ini tak lagi dibahas secara tertutup.

Sistem split bill menjadi bukti nyata pemanfaatan peluang di depan mata yang menghadirkan solusi bersama. Para mahasiswa dengan spot nugas favoritnya, dan pemilik kafe yang terus mendapat pemasukan setiap harinya.

Kemudahan digital yang mempengaruhi berbagai aspek khususnya ekonomi juga menjadi faktor pendukung utama.

Sistem pembayaran juga semakin hari semakin praktis melalui dompet digital. Cukup dengan scan, mengecek kembali detail transaksi, menekan tombol ‘bayar’, dan dalam sekejap transaksi berhasil. 

Di Indonesia, sejumlah platform mendukung sistem split bill dengan menghadirkan fitur tersebut di aplikasinya. Dilansir dari Instagram @folkative, Layanan seperti LINE Split Bill pernah mendukung tren ini meski belakangan Line mencabut layanannya sejak 30 Juli 2025.

Tapi jangan khawatir. Saat ini banyak aplikasi lain seperti OVO, Gopay, hingga DANA juga memfasilitasi kebiasaan ini.

Lebih detail, laporan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menyebutkan laju pertumbuhan tahunan QRIS melonjak hingga 194%–226% di tahun 2024, dengan jumlah pengguna hingga 52,55 juta dan merchant sekitar 33,77 juta.

Merujuk pada data tersebut, sekarang sistem pembayaran semakin mudah, split bill jadi semakin gampang dan menjadi kebiasaan.

Bukan tanpa alasan, split bill digunakan banyak orang karena manfaatnya yang sangat terasa.

Sewaktu nongkrong, kita tidak perlu lagi berpusing-pusing menghitung jumlah tagihan pesanan masing-masing. Atau kesulitan mencari uang receh untuk kembalian. Semua telah terhitung otomatis dalam bantuan fitur split bill.

Dengan begitu, setiap orang bisa mengecek secara langsung tagihannya dengan rapi. Keadilan pun otomatis terbentuk, dan semakin cocok dengan lifestyle anak muda yang serba cashless

Bukan cuma di Indonesia, data dari Research and Markets (2025) menunjukkan bahwa nilai pasar aplikasi bill splitting mencapai USD 612 juta, dan diprediksi akan melonjak menjadi USD 864 juta pada tahun 2030.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore