
Ilustrasi kantor manajer investasi T Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI).
JawaPos.com - Pengelolaan portofolio PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) saat ini fokus pada obligasi tenor pendek sampai menengah. Sejalan dengan keyakinan The Federal Reserve (The Fed) dan Bank Indonesia (BI) akan menurunkan suku bunga acuan di paruh kedua 2025. Selain itu, juga menambah alokasi pada obligasi korporasi dengan kualitas kredit yang baik dan memberikan premium imbal hasil yang menarik.
"Dalam melakukan investasi pada obligasi korporasi, kami melakukan analisa komprehensif termasuk analisa risiko kredit mandiri, sehingga kami tidak bergantung kepada lembaga pemeringkat rating eksternal obligasi," terang Senior Portfolio Manager-Fixed Income MAMI Syuhada Arief, Minggu (10/8).
Selain itu, juga melakukan analisis risiko likuiditas. Dengan menganalisis data historis transaksi ataupun ketersediaan harga bid dan offer di pasar. Termasuk kedalaman volume bid-offer tersebut.
Analisis kompatibilitas juga menjadi pertimbangan penting. Dengan membandingkan yield spread premium terhadap imbal hasil obligasi pemerintah ataupun imbal hasil relatif terhadap obligasi korporasi lain yang sejenis.
"Contoh dengan peringkat kredit yang sama dan durasi yang sama," jelasnya.
Arief menyatakan, pelaku pasar tidak suka dengan ketidakpastian. Pengumuman final serangkaian tarif perdagangan Amerika Serikat (AS) di awal Agustus dengan berbagai kategorinya seperti tarif dasar, tarif resiprokal, dan tarif sektoral mengurangi ketidakpastian yang ada sejak awal pemerintahan Presiden Trump. Kejelasan arah kebijakan Trump juga membuat postur tarif perdagangan dunia ke depan semakin terbentuk lebih jelas.
Besaran angka-angka tarif final tersebut sudah diprediksi pasti akan lebih tinggi dibandingkan tarif perdagangan tahun lalu. Sehingga tidak lagi mengagetkan pasar. Di lain pihak, justru besaran tarif yang diumumkan awal bulan lalu ternyata tidak setinggi angka-angka yang diumumkan pada April lalu.
"Dua hal inilah yang membuat pengumuman Trump tariff di Agustus ini tidak menimbulkan gejolak pasar berlebihan, sangat berbeda dengan pengumuman pertama di April lalu," ucapnya.
Meski begitu, kenaikan tarif perdagangan AS untuk dunia tidak bisa diabaikan. Karena lonjakannya cukup tinggi dari kisaran 2 persen di akhir 2024 menjadi kisaran 18 persen di Agustus 2025. Hal ini tetap berpengaruh pada peta perdagangan global.
Berdasarkan proyeksi International Monetary Fund (IMF) Juli 2025, perekonomian dunia tahun ini diproyeksi tumbuh 3 persen. Lebih rendah dibandingkan proyeksi awal 3,3 persen yang dirilis Januari lalu. Selain tarif, revisi kenaikan itu juga didasari ekspansi fiskal di banyak negara yang meningkatkan likuiditas. Serta kecenderungan pelemahan nilai tukar dolar AS (USD) yang membuat tekanan pasar finansial mereda.
Menurut dia, dinamika makroekonomi global dan domestik tetap suportif bagi pasar obligasi. Meningkatnya preferensi pada aset di luar AS, pelemahan USD, serta outlook turunnya Fed fund rate (FFR) dan BI rate mendukung minat terhadap pasar obligasi Indonesia.
"Ekspektasi siklus penurunan suku bunga sebenarnya masih berlanjut di 2026. Sehingga hal ini semakin mendukung daya tarik pasar obligasi ke depannya," kata Arief.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
