
Manulife Investment Management. (dok. MIMA)
JawaPos.com - Manulife Investment Management memproyeksikan pasar saham dan obligasi Asia masih menawarkan peluang investasi pada semester kedua 2026 meski dibayangi konflik geopolitik, tekanan inflasi, dan kebijakan bank sentral global yang semakin ketat.
Pandangan tersebut disampaikan dalam laporan prospek pasar Asia dan strategi investasi semester kedua 2026 yang dirilis Manulife Investment Management. Laporan itu menyoroti dampak konflik Timur Tengah, perubahan arah kebijakan moneter global, serta peluang struktural yang masih terbuka di pasar Asia.
Senior Global Macro Strategist Manulife Investment Management, Yuting Shao, mengatakan konflik berkepanjangan di Timur Tengah telah mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan bank sentral.
Dia mengatakan, ekspektasi bahwa pelonggaran moneter akan berlangsung secara luas dan searah kini mulai bergeser. Dimana, tekanan biaya energi yang masih tinggi memaksa bank sentral di sejumlah kawasan untuk mempertahankan sikap hawkish guna mengantisipasi dampak lanjutan terhadap inflasi.
“Pada saat yang sama, siklus ekonomi global masih bergerak tidak merata. Negara-negara dengan ketahanan energi domestik yang kuat, atau yang terdorong langsung oleh tren besar teknologi, terbukti jauh lebih resilien,” ujar Shao dalam keterangan yang diterima, Selasa (14/7).
Shao mengatakan, memasuki semester kedua 2026, perekonomian global masih dipengaruhi gangguan rantai pasok yang berkepanjangan serta tingginya harga komoditas. Di sisi lain, normalisasi sektor energi dan pengiriman barang dinilai masih menghadapi ketidakpastian.
Dia menjelaskan, di Tiongkok kombinasi diversifikasi impor energi, pengendalian harga domestik, dan cadangan yang memadai telah berhasil melindungi ekosistem pasar domestik dari dampak terburuk lonjakan harga minyak global.
“Dengan didukung pertumbuhan dasar yang solid, para pembuat kebijakan memiliki fleksibilitas untuk merespons secara dinamis apabila kondisi eksternal memburuk,” ujarnya.
Di pasar saham, Manulife mempertahankan pandangan positif terhadap Asia karena didukung prospek laba yang membaik, kondisi keuangan yang lebih longgar, dan pertumbuhan yang ditopang sektor teknologi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022