Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 November 2023 | 18.57 WIB

Meneropong Tren Investasi Logam Mulia pada 2024: Kenaikan Harga Emas Bergantung Eskalasi Perang Timur Tengah

MENGUAT SAAT KRISIS: Ariani Dewi menunjukkan logam mulia produk Antam di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya beberapa waktu lalu. - Image

MENGUAT SAAT KRISIS: Ariani Dewi menunjukkan logam mulia produk Antam di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya beberapa waktu lalu.

Secara historis, kala kondisi krisis atau resesi, investor cenderung memilih safe haven. Salah satunya, logam mulia. Nilai instrumen tersebut dipercaya akan naik double digit ketika krisis.

---

JADI, kalau kita bicara tujuan investasi emas itu apa? Bahwa prinsip dasarnya adalah untuk lindung nilai. Hedging,’’ ujar CEO Jooara Gembong Suwito kepada Jawa Pos, Jumat (10/11).

Minimal nilainya selalu berada di atas inflasi. Apalagi, dalam beberapa tahun belakangan, inflasi juga tinggi. Lebih jauh ditarik 10–15 tahun terakhir, harga barang maupun komoditas dunia meningkat. Artinya, tren harga emas juga sejalan terus terkerek dalam jangka panjang.

Lalu, ketika volatilitas ekonomi global bergejolak, logam mulia tidak terpengaruh. Baik akibat krisis ekonomi maupun perang. ’’Justru momen atau periode itu merupakan kenaikan maksimum,’’ imbuhnya.

Dalam empat tahun terakhir, harga emas meningkat cukup signifikan. Sejalan dengan berbagai fenomena seperti pandemi Covid-19 pada 2020, setahun berselang terjadi perang antara Rusia dan Ukraina, dan terakhir terjadi penyerangan Israel ke wilayah Gaza, Palestina.

’’Emas langsung naik signifikan. Harga logam mulia tertingginya itu Rp 1.136.000 (per 28 Oktober 2023) karena didorong itu (penyerangan Israel ke Gaza, Palestina). Artinya, investasi ini akan lebih optimal ketika ada krisis,’’ beber certified financial planner Sahamology tersebut.

Berbicara tren harga emas pada tahun depan, Gembong menyebutkan bahwa hal itu bergantung pada perluasan eskalasi perang di Timur Tengah. Misalnya, jika terjadi peningkatan eskalasi perang yang melibatkan Arab Saudi dan Iran, tentu harga emas akan terkerek cukup tinggi.

Sentimen tersebut tidak terlepas dari peran dua negara itu dalam rantai pasok minyak dunia. Jika Iran maupun Arab Saudi melakukan embargo, praktis rantai pasok ekonomi global akan terpengaruh.

’’Namun, jika hanya memperpanjang ketidakpastian seperti saat ini, seharusnya kenaikan harga emas tidak sekencang 2023 dan 2022,’’ terang Gembong.

Berdasar goldproce.org, harga emas spot di level USD 1.938,83 per oz pada 10 November 2023. Angka tersebut turun 1,02 persen day-to-day (DtD). Namun, secara tahunan terkerek10,64 persen. Bahkan, dalam lima tahun terakhir, harga emas naik hingga 63,06 persen.

Sementara itu, merujuk Antam, emas dibanderol Rp 1.092.000 per gram. Harga tersebut terbentuk dari harga emas dunia dikali posisi kurs rupiah. Nah, fenomena strong dolar Amerika Serikat (AS) alias USD turut andil mengerek harga fisik logam mulia.

Karena itu, Gembong menyarankan untuk berorientasi jangka panjang di atas lima tahun saat hendak berinvestasi emas. Jika sudah punya emas, sedang menikmati running profit. ’’Tapi, kembali ke masyarakat, bergantung tujuan investasi dan target profit,” tuturnya.

Kalau sedang berjalan untuk jangka panjang, lebih baik memilih skema rutin menabung emas. Dijalani saja minimal mengalahkan inflasi. ’’Tapi, kalau (target investasi) kurang lebih 1 tahun, tidak wise. Sebab, saat ini harganya tergolong tinggi. Lebih baik menunggu ketika di bawah Rp 1 juta,’’ ujar pria asal Surabaya itu.

Analis pasar modal Hans Kwee menilai tren harga emas agak meningkat, tapi volatil. ’’Emas ini investasi yang tidak punya yield. Kalau tingkat suku bunga global tinggi, orang cenderung beli obligasi, tidak mau beli emas,’’ ungkapnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore