Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Oktober 2023 | 16.59 WIB

Pendapatan Premi Asuransi Turun, AXA Mandiri Fokus Asuransi Proteksi dan Kesehatan

Presiden Direktur AXA Mandiri Handojo G. Kusuma. - Image

Presiden Direktur AXA Mandiri Handojo G. Kusuma.

JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penurunan akumulasi pendapatan premi sektor asuransi selama periode Januari sampai Agustus 2023. Meski demikian, pertumbuhan kinerja industri masih positif.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menuturkan, akumulasi pendapatan premi sektor asuransi mencapai Rp 203,42 triliun. Jumlah tersebut turun 1,20 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Yang mampu tumbuh 2,10 persen year-on-year (YoY).

Begitu pula pertumbuhan akumulasi premi asuransi jiwa yang terkontraksi sebesar 6,58 persen YoY dengan nilai sebesar Rp118,30 triliun. “Didorong oleh normalisasi kinerja pendapatan premi pada lini usaha PAYDI (produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi),” ucap Ogi.

Di sisi lain, akumulasi premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh positif. Mampu meningkat sebesar 7,38 persen YoY menjadi Rp 85,13 triliun. Sedangkan pada Agustus tahun lalu hanya Rp 79,27 triliun.

Ogi memastikan, secara umum permodalan di industri asuransi terjaga. Dengan industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencatatkan risk based capital (RBC) yang masing-masing sebesar 452,31 persen dan 310,63 persen.

"Jauh di atas threshold sebesar 120 persen," ujarnya.

Untuk asuransi sosial, total aset BPJS Kesehatan per Juli 2023 mencapai Rp 118,25 triliun. Tumbuh 14,73 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, total aset BPJS Ketenagakerjaan sebanyak Rp 704,67 triliun. Meningkat 12,72 persen YoY.

Presiden Direktur AXA Mandiri Handojo G. Kusuma menyatakan, kinerja perusahaan masih tumbuh lebih baik. Berdasarkan laporan keuangan Agustus 2023, AXA Mandiri mencatatkan pendapatan premi senilai Rp 7,8 triliun. Lebih dibandingkan Agustus tahun sebelumnya sebanyak Rp 8,35 triliun.

Hasil investasi justru tumbuh signifikan secara tahunan. Dari Rp 1,02 triliun menjadi menjadi Rp 2,6 triliun. "Saya kira untuk pruden investment policy itu yang paling penting. Dan kita mengikuti dari policy ESG. Membuat investasi kita juga sehat. Mayoritas aset kita ada di obligasi pemerintah," ungkapnya dalam peluncuran Asuransi Mandiri Flexi Proteksi di One Satrio, kemarin (10/10).

Untuk jumlah beban klaim dan manfaat mengalami kenaikan. Yakni sejumlah Rp 8,05 triliun dengan porsi terbesar klaim penebusan unit senilai Rp 6,59 triliun. Lalu, klaim dan manfaat dibayar sebesar Rp 1 triliun.

"Klaim naik tidak drastis seperti di industri. Kita bisa bilang masih normal," ujarnya.

Menurut dia, mayoritas klaim kesehatan. Sejaan dengan pola berobat masyarakat pasca pandemi yang memilih datang ke rumah sakit. Kondisi polusi di Jakarta memang membuat penderita ISPA meningkat. Namun, dampak terhadap klaim tidak terlalu besar.

Handojo menyatakan, distribusi asuransi masih mengandalkan ekosistem dari Bank Mandiri. Semuanya dalam bancassurance. Bisa melalui kantor cabang, telemarketing, dan apps Livin.

"Kami lebih memfokuskan untuk jualan di protection dan health. Supaya portofolio lebih sehat," tandasnya.

Perkembangan Sektor Asuransi per Agustus 2023

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore