Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 September 2023 | 06.48 WIB

Penjaminan LPS Tingkatkan Branding BPR, Nasabah Tak Perlu Khawatir Bank Bangkrut, Simpanan Terjamin

Petugas LPS saat melakukan sosialisas. - Image

Petugas LPS saat melakukan sosialisas.

JawaPos.com - Bank Perekonomian Rakyat (BPR) menjadi lembaga keuangan terdepan menjangkau masyarakat, terutama di daerah perdesaan yang lebih memilih lokasi terdekat dan bisa menabung uang. Di Kabupaten Cianjur, pedagang pasar dan masyarakat kecamatan Cipanas memilih membuka tabungan di BPR Bumi Pendawa Raharja.

Pertimbangannya karena lokasi yang tak jauh dari Bazar UMKM Cipendawa dan Pasar Cipanas. Selain itu, adanya logo Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di muka kantor BPR membuat nasabah yakin bahwa tabungan mereka aman dan terjamin.

Komisaris BPR Bumi Pendawa Raharja Triyogo Sumaryo menuturkan, peran LPS sangat signifikan, sebagai lembaga yang bertugas untuk menjamin simpanan dan mengatur batas bunga yang diberikan oleh bank untuk menjaga stabilitas keuangan. Dengan begitu tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank, khususnya BPR, juga naik.

"LPS membuat branding BPR jadi lebih bagus dan terpercaya," ungkap Triyogo kepada Jawa Pos saat ditemui di kawasan Senayan, Kamis (31/8) pagi.

Hal itu tecermin dari kenaikan 10 persen dana pihak ketiga (DPK) per bulan di BPR Bumi Pendawa Raharja. Di sisi lain, menabung di BPR bisa menjaga nilai uang agar tak tergerus inflasi.

Sebagai informasi, tingkat bunga penjaminan yang ditetapkan LPS di BPR sebesar 6,75 persen. Jauh lebih tinggi dibanding tingkat bunga jaminan bank umum senilai  4,25 persen.

"Sekarang inflasi 3,08 persen (Year-on-Year) per Juli 2023. Suku bunga LPS yang buat BPR pun 6,75 persen dipotong pajak masih ok lah di atas inflasi," ujarnya.

Dari Banyuwangi, pertimbangan Siti Nuryatimah menyimpan uang hasil jualan sate di BPR Bagong Inti Marga tak rumit. Lokasinya yang persis di seberang depan rumahnya. Sedangkan untuk menabung di bank umum, jaraknya cukup jauh dan memakan waktu.

"Jadi nggak perlu ninggal warung. Pelayanan terhadap nasabah juga bagus dan cepat," ujar perempuan 45 tahun itu.

Siti sudah 10 tahun menabung di BPR Bagong Inti Marga. Setiap hari menyisihkan uang hasil usahanya Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu untuk tabungan masa depan keluarga dan modal usaha. Tak ayal, simpanan miliknya mencapai ratusan juta.

Hingga pada 2 Februari 2023 lalu, dia mengetahui bahwa BPR Bagong Inti Marga tiba-tiba diputuskan bangkrut. Saat itu, dia hendak menarik uang tunai dari BPR Bagong. Namun manajemen BPR mengaku tidak dapat mencairkan saat itu juga.

Sekretaris Lembaga LPS Dimas Yuliharto berkomitmen akan tetap fokus pada upaya mendukung dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan melalui penjaminan dan resolusi. "LPS juga berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tugas dan fungsi LPS di bidang penjaminan dan resolusi bank," ucapnya.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, LPS memang dibutuhkan untuk membantu pemerintah menjaga stabilitas sistem keuangan, khususnya dalam menjamin simpanan masyarakat. Teranyar, total pendapatan LPS dalam enam bulan terakhir mencapai sekitar Rp 13,3 triliun.

Jika pendapatan tumbuh rata-rata mencapai 15 persen per tahun, maka kekayaan LPS diproyeksikan bisa mencapai Rp 215 triliun pada 2023. "Saat ini LPS boleh dibilang tajir melintir. Karena itu, jangan ragu menyimpan dana di bank. Jika terjadi krisis uang, Anda aman, kami yang jamin," tandas Purbaya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore