
Ilustrasi Gedung Bank Indonesia (BI). Nurul Fitriana/JawaPos.com
JawaPos.com - Bank Indonesia (BI) meyakini penutupan tiga bank di Amerika Serikat (AS), di antaranya Silicon Valley Bank (SVB), Silvergate Bank, serta Signature Bank tidak akan berpengaruh besar terhadap kondisi perbankan di Tanah Air.
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter BI Firman Mochtar menyampaikan, BI bersama tiga anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) lain, yaitu Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus melakukan komunikasi ke pemangku kepentingan lain untuk menjaga ekspektasi keberlangsungan pasar keuangan domestik.
“BI menjaga ekspektasi, ekspektasi dibangun atas kredibilitas. Kalau kredibilitas terbangun, maka ekspektasi akan terjaga dengan baik. Tentunya support membangun ekspektasi adalah komunikasi, makanya kalau Anda lihat otoritas langsung menyampaikan komunikasi untuk membangun ekspektasi,” ujar Firman.
Dia melanjutkan, BI juga melakukan stress test untuk melihat sejauh mana kekuatan sektor perbankan, dengan melihat sisi portofolio, liabilitas, serta aset yang dipengaruhi oleh indikator ekonomi makro.
Selain itu, BI juga melakukan mitigasi terhadap perilaku para pelaku pasar keuangan domestik setelah penutupan tiga bank di AS tersebut.
“Dimulai dari perilaku penempatan dana di negara berkembang termasuk Indonesia kan berpengaruh melalui nilai tukar. Dari sisi kebijakan moneter kita tentu akan mitigasi instability di pasar valas maupun di pasar keuangan,” kata Firman.
Dalam kesempatan sama, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyebut tetap waspada meskipun kondisi perbankan Indonesia dinilai bisa mengantisipasi dampak tiga bank di AS.
Dengan demikian, BI tetap berkomunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan domestik.
“Komunikasi di antara KSSK terus dilakukan, bahkan day to day untuk memastikan. Kesimpulan dari diskusi itu memang masih menyatakan bahwa ketahanan perbankan Indonesia ini masih cukup bagus,” ujar Erwin.
Indikator stabilitas perbankan Indonesia terlihat dari rasio kecukupan modal perbankan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,93 persen pada Januari 2023.
Kemudian, likuiditas industri perbankan di awal 2023 masih di atas threshold, di antaranya Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) pada Januari 2023 yang masing-masing tercatat sebesar 129,64 persen dan 29,13 persen.
Rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) net perbankan sebesar 0,76 persen dan NPL gross sebesar 2,59 persen pada Januari 2023.
“Angka CAD sebesar 25,93 persen jauh dari standar biasa. Sementara itu alat likuid kalau dibandingkan DPK sekarang angkanya 29 persen ini jauh dari 20 persen, artinya alat likuid perbankan kita secara keseluruhan jauh melebihi kebutuhannya,” kata Erwin.
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan fenomena krisis Credit Suisse adalah masalah lama yang berulang, yang mana kredit hingga investasi obligasi di bank tersebut bermasalah.
"Diperparah dengan sentimen negatif yang terjadi akhir-akhir ini yang kemarin Saudi National Bank nggak bisa tambah modalnya. Karena aturan otoritas Swiss di sana, asing hanya boleh sampai 10 persen, tidak bisa tambah lagi," ujar David.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
