Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Maret 2022 | 02.27 WIB

Hindari Salah Persepsi, Agen Asuransi Harus Jelaskan Detail Produk

Press Conference Perhimpunan Agen Asuransi Indonesia dihadiri di Jakarta, Senin (14/3) - Image

Press Conference Perhimpunan Agen Asuransi Indonesia dihadiri di Jakarta, Senin (14/3)

JawaPos.com - Perkumpulan  Agen Asuransi Indonesia (PAAI) mengingatkan para agen asuransi agar mengenalkan produk asuransi kepada calon nasabah dengan detail dan logika yang mudah diterima. Sementara para calon nasabah harus benar-benar memahami kontrak polis asuransi sebelum menandatangani atau membeli produk asuransi.

"Pemahaman menyeluruh sangat penting dari apa yang akan kita beli. Saat beli asuransi harus paham, ada unsur investasi, tetapi bukan tabungan seperti di bank. Kita terus dorong agen asuransi bertindak profesional. Gali apa yang dibutuhkan calon tertanggung. Itu kode etik financial planner, karena harus mengutamakan kepentingan nasabah," jelas Financial Planner yang juga Duta PAAI, Deddy Karyanto di Jakarta, Senin (14/3).

Dia menegaskan, masyarakat yang akan membeli produk asuransi juga harus memahami kontrak polis. Sebab asuransi adalah perjanjian yang perlu dipahami para pihak yang menyetujuinya. Apalagi dalam perjanjian, nasabah bukan sebagai investor tetapi sebagai tertanggung dan juga sebagai pemegang polis.

"Jadi nasabah atau pemegang polis harus paham bahwa jika membeli unitlink, itu adalah program proteksi jangka panjang, bukan investasi murni, karena di situ perlindungan yang utama. Lalu ada biaya-biaya, seperti halnya ketika beli produk handphone, ada biaya riset, distribusi, dan lainnya," kata Deddy menambahkan.

Sementara itu, Bonita Larope, Financial Planner yang juga anggota PAAI, mengatakan bahwa masyarakat atau calon pemegang polis sejatinya punya waktu untuk mempelajari perjanjian polis. "Ada masa free look bagi calon pemegang polis untuk mempelajari kontrak polis. Jika tidak sesuai,bisa mengajukan pembatalan. Jadi jangan percaya saja pada agen," imbuhnya.

Founder PAAI, Wong Sandy Surya menghimbau kepada para agen asuransi untuk bergabung dalam wadah PAAI sehingga setiap agen punya pemahaman yang sama, memberi solusi terbaik bagi nasabah. "Maka semua agen harus mengerti apa kebutuhan nasabah, menjelaskan secara proper kepada nasabah, agar tidak gagal paham," katanya seraya menambahkan jumlah anggota PAAI saat ini sudah melampaui 1000 agen yang bergabung.

Dia menambahkan, memang, seperti data AAJI, bahwa jumlah agen tersertifikasi mengalami penurunan di masa pandemi. Hal itu berdampak pada kontribusi pendapatan premi dari jalur keagenan. Namun, katanya, pandemi memberi tantangan dan pelajaran bagi banyak bisnis.

"Tentu pendapatan menurun karena jumlah agen juga mengalami penurunan. Tetapi masyarakat saat ini justru semakin sadar akan pentingnya asuransi, dan itu membuat produk industri asuransi makin kompetitif. Jadi fokus agen bukan pada komisi, tetapi produk untuk bisnis jangka panjang," katanya.

Sandy menambahkan, kehadiran insurtech juga menjadi soluasi baru bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi asuransi, selain meningkatkan penetrasi asuransi di tengah pandemi. Karena secara virtual bisa melakukan komunikasi hingga perjanjian polis atau bisnis asuransi secara umum.

 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore