
Press Conference Perhimpunan Agen Asuransi Indonesia dihadiri di Jakarta, Senin (14/3)
JawaPos.com - Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) mengingatkan para agen asuransi agar mengenalkan produk asuransi kepada calon nasabah dengan detail dan logika yang mudah diterima. Sementara para calon nasabah harus benar-benar memahami kontrak polis asuransi sebelum menandatangani atau membeli produk asuransi.
"Pemahaman menyeluruh sangat penting dari apa yang akan kita beli. Saat beli asuransi harus paham, ada unsur investasi, tetapi bukan tabungan seperti di bank. Kita terus dorong agen asuransi bertindak profesional. Gali apa yang dibutuhkan calon tertanggung. Itu kode etik financial planner, karena harus mengutamakan kepentingan nasabah," jelas Financial Planner yang juga Duta PAAI, Deddy Karyanto di Jakarta, Senin (14/3).
Dia menegaskan, masyarakat yang akan membeli produk asuransi juga harus memahami kontrak polis. Sebab asuransi adalah perjanjian yang perlu dipahami para pihak yang menyetujuinya. Apalagi dalam perjanjian, nasabah bukan sebagai investor tetapi sebagai tertanggung dan juga sebagai pemegang polis.
"Jadi nasabah atau pemegang polis harus paham bahwa jika membeli unitlink, itu adalah program proteksi jangka panjang, bukan investasi murni, karena di situ perlindungan yang utama. Lalu ada biaya-biaya, seperti halnya ketika beli produk handphone, ada biaya riset, distribusi, dan lainnya," kata Deddy menambahkan.
Sementara itu, Bonita Larope, Financial Planner yang juga anggota PAAI, mengatakan bahwa masyarakat atau calon pemegang polis sejatinya punya waktu untuk mempelajari perjanjian polis. "Ada masa free look bagi calon pemegang polis untuk mempelajari kontrak polis. Jika tidak sesuai,bisa mengajukan pembatalan. Jadi jangan percaya saja pada agen," imbuhnya.
Founder PAAI, Wong Sandy Surya menghimbau kepada para agen asuransi untuk bergabung dalam wadah PAAI sehingga setiap agen punya pemahaman yang sama, memberi solusi terbaik bagi nasabah. "Maka semua agen harus mengerti apa kebutuhan nasabah, menjelaskan secara proper kepada nasabah, agar tidak gagal paham," katanya seraya menambahkan jumlah anggota PAAI saat ini sudah melampaui 1000 agen yang bergabung.
Dia menambahkan, memang, seperti data AAJI, bahwa jumlah agen tersertifikasi mengalami penurunan di masa pandemi. Hal itu berdampak pada kontribusi pendapatan premi dari jalur keagenan. Namun, katanya, pandemi memberi tantangan dan pelajaran bagi banyak bisnis.
"Tentu pendapatan menurun karena jumlah agen juga mengalami penurunan. Tetapi masyarakat saat ini justru semakin sadar akan pentingnya asuransi, dan itu membuat produk industri asuransi makin kompetitif. Jadi fokus agen bukan pada komisi, tetapi produk untuk bisnis jangka panjang," katanya.
Sandy menambahkan, kehadiran insurtech juga menjadi soluasi baru bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi asuransi, selain meningkatkan penetrasi asuransi di tengah pandemi. Karena secara virtual bisa melakukan komunikasi hingga perjanjian polis atau bisnis asuransi secara umum.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
