
Ilustrasi
JawaPos.com - Direktur Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo, mendesak Direktorat Jenderal Pajak segera mengusut kasus dana transfer raksasa Warga Negara Indonesia (WNI) sebesar USD 1,4 miliar atau Rp 18,9 triliun ke Singapura melalui Standard Chartered Bank (SCB).
Dirinya menilai, ada modus dari WNI yang melakukan transfer tersebut untuk menghindari pajak dari dalam negeri. Padahal, 62 WNI dari 81 yang terlibat dinyatakan telah mengikuti program pengampunan pajak atau Tax Amnesty.
"Ini harus segera diselidiki. Ada modus untuk menghindari pajak," ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (11/10).
Dia menilai, WNI yang memindahkan dananya ke Singapura dianggap tidak memiliki niat baik dengan perpajakan di dalam negeri. Untuk itu, Ditjen Pajak diminta untuk memastikan apakah benar sebagian dari mereka sudah mengikuti Tax Amnesty.
"Ketika mereka menggeser ke Singapura ini tanda mereka tidak ada ittikad baik untuk melaporkan ke Indonesia. Nah yang ikut TA harus dicek lagi apakah dia melaporkan semua dan yang 19 dicek apakah dia udah laporkan SPT," jelas dia.
Oleh karena itu, Yustinus meminta kasus ini segera diselesaikan. Jangan sampai karena sebuah intervensi, kasus tersebut terabaikan.
"Nah menurut saya itu harus tuntas, jangan sampai karena intervensi atau apapun jadi tidak tuntas. Ini menjadi sinyal tidak kredibel nanti bagi investasi," tandasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
