
Proyek LRT Cibubur-Cawang
JawaPos.com - Demi memercepat proyek light rail train (LRT), BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) berencana menerbitkan obligasi atau surat utang sebesar Rp 3,5 triliun pada semester I 2017.
"Obligasi ini bagian dari penerbitan umum berkelanjutan. Pada tahun berikutnya akan diterbitkan lagi sebesar Rp 1,5 triliun," kata Direktur Keuangan Adhi Karya, Harris Gunawan, seperti dilansir Indopos (Jawa Pos Group), Senin (13/3).
Adapun perolehan dana hasil obligasi itu akan digunakan untuk membiayai pembangunan proyek LRT. Hingga saat ini, proses penerbitan obligasi sedang berlangsung dengan menunjuk penjamin emisi diantaranya Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Bahana Securities dan BCA Sekuritas.
Namun demikian, perseroan belum bisa menyebutkan bunga obligasi yang akan diterbitkan BUMN konstruksi ini. "Obligasi yang diterbitkan berjangka waktu tujuh tahun. Bunga obligasi indikatif masih dalam penghitungan," terangnya.
Harris menambahkan, obligasi tersebut masih dalam proses pemeringkatan oleh lembaga peringkat Pefindo. Sekadar informasi, Adhi Karya ditunjuk sebagai kontraktor LRT Jabodebek dengan total nilai kontrak sebesar Rp 19,5 triliun. Sebesar 30 persen diantaranya dibiayai oleh ADHI atau sekitar Rp 6 triliun. Sehingga Adhi Karya membutuhkan pendanaan lebih besar lagi. "Kami sedang menjajaki pinjaman dari Bank BUMN, Mandiri, BNI, BRI, termasuk dari Sarana Multi Infrastruktur," pungkasnya.
Hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) memutuskan untuk membagikan dividen ke pemegang saham Rp 26,40 per saham atau sebesar 30 persen dari laba bersih di akhir 2016 sebesar Rp 313,45 miliar.
Jika dihitung, perseroan secara total membagikan dividen sebesar Rp 94,03 miliar untuk tahun buku 2016. "Kami membagikan dividen Rp 26,40 per saham 30 persen dari laba bersih," ujar Direktur Utama Adhi Karya, Budi Harto.
Adapun pembagian dividen akan dilakukan 30 hari setelah RUPS digelar sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dengan pembagian dividen perusahaan terbuka atau emiten. "Akan dibagikan sesuai peraturan OJK," tutur Budi Harto.
Jika menilik laporan kinerja keuangan perseroan sepanjang 2016, laba bersih perusahaan mengalami penurunan sebesar 32,4 persen bila dibandingkan dengan perolehan laba bersih tahun sebelumnya.
Laba bersih Adhi Karya tercatat sebesar Rp 313,45 miliar di 2016, lebih rendah dari tahun sebelumnya sebesar Rp 463,68 miliar. Laba bersih tersebut tergerus disebabkan tumbuhnya beban pokok pendapatan hingga 18,23 persen dari Rp 8,41 triliun menjadi Rp 9,94 triliun.
Hal itu juga diikuti oleh peningkatan jumlah beban usaha menjadi Rp 455,97 miliar atau naik 15,29 persen dari Rp 395,49 miliar. Jumlah beban usaha ini terdiri dari kenaikan penjualan hingga menjadi Rp 22,07 miliar, serta beban usaha umum dan administrasi menjadi Rp 433,9 miliar.
Sementara itu, pendapatan usaha meningkat pada 2016 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pendapatan usaha Adhi Karya naik 17,82 persen menjadi Rp 11,06 triliun dari sebelumnya Rp 9,38 triliun.
Adapun jumlah aset Adhi Karya juga tercatat mengalami peningkatan sebesar 19,89 persen menjadi Rp 16,76 triliun menjadi Rp 20,09 triliun. Untuk jumlah liabilitas sendiri meningkat menjadi Rp 14,65 triliun atau naik 26,33 persen dari tahun 2015 sebesar Rp 11,59 triliun. (ers/iil/JPG)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
