
Ilustrasi
JawaPos.com -Bank Indonesia (BI) mengumumkan neraca pembayaran Indonesia (NPI) kuartal tiga surplus USD 5,7 miliar dari sebelumnya surplus USD 2,2 miliar. Capaian itu juga naik siginifikan bila dibanding periode yang sama tahun lalu yang justru defisit USD 4,6 miliar.
Lonjakan neraca kali ini, menurut BI, berkat kenaikan penanaman modal langsung. “Itu menunjukkan aliran modal kuartal III tinggi,” tutur Kepala Departemen Statistik BI Hendy Sulistiowati seperti dikutip Indopos, Senin (14/11).
Periode Juli-September 2016, neraca transaksi modal dan finansial (TMF) mencatat surplus USD 9,4 miliar, melonjak dibanding kuartal sebelumnya surplus USD 7,9 miliar dan periode sama tahun sebelumnya, surplus USD 0,2 miliar.
Peningkatan surplus TMF dipengaruhi apresiasi surplus investasi langsung USD 5,2 miliar dari USD 3,0 miliar. Itu dipicu neto penarikan utang korporasi antar-afiliasi setelah pada kuartal sebelumnya mencatat neto pembayaran utang.
Aliran modal masuk tercatat USD 6 miliar, naik dari kuartal sebelumnya, USD 4,2 miliar. Sektor banyak dilirik beruapa manufaktur dan pertambangan dan sektor lain-lain (termasuk jasa dan properti).
Sementara, aliran modal keluar USD 0,8 miliar, turun dari kuartal sebelumnya, USD 1,3 miliar. Selain itu, defisit investasi lainnya turun dari minus USD 3,7 miliar menjadi USD 2,3 miliar juga berdampak positif pada surplus TMF.
Sedangkan surplus neto investasi portofolio tercatat lebih rendah dibanding kuartal II 2016, dari USD 8,3 miliar menjadi USD 6,5 miliar. Itu karena tidak ada penerbitan global bonds pemerintah.
Meski menurun, surplus investasi portofolio masih besar akibat sentimen positif terkait implementasi program amnesti pajak.
Hendy menyebut defisit transaksi berjalan menyusut berkat surplus neraca perdagangan barang non minyak dan gas (migas) meningkat tipis dari kuartal sebelumnya, dari USD 5,2 miliar menjadi USD 5,3 miliar. ”Koleksi itu lebih rendah dibanding periode sama tahun lalu USD 6,3 miliar,” ucapnya.
Itu juga diikuti defisit neraca migas turun menjadi minus USD 1,3 miliar dibanding sebelumnya minus USD 1,4 miliar. Selain itu, penurunan CAD juga disumbang defisit neraca jasa turun mengikuti pelambatan kegiatan impor barang pada musim lebaran. Apabila kuartal sebelumnya defisit neraca jasa sebesar USD 2,2 miliar, maka pada kuartal tiga 2016 menjadi minus USD 1,5 miliar.
Di sisi lain, penurunan defisit CAD lebih lanjut tertahan defisit neraca pendapatan primer meningkat dari USD 7,79 miliar menjadi USD 7,91 miliar. Hal itu diikuti surplus neraca pendapatan sekunder menipis, dari USD 1,23 miliar menjadi USD 1,02 miliar, akibat koreksi remitansi dari tenaga kerja Indonesia (TKI). (far/nas/JPG)

Resmi! Daftar Line Up Skuad Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK
Harga LPG Non Subsidi Naik per 18 April 2026, Cek Daftar Harga Terbarunya!
Heboh Isu Perselingkuhan Istri Ahmad Sahroni dengan Seorang Duda Drummer Band Tahun 90-an, Netizen: Ketahuan Mulu Mesra-mesraan di Publik
Dugaan Penipuan Lowongan Kerja Libatkan Eks Camat Pakal, DPRD Surabaya Desak Pengawasan ASN Diperketat
Kecewa Berat! Francisco Rivera Ungkap Kondisi Ruang Ganti Persebaya Surabaya Usai Kalah dari Madura United
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
Kick-off Sempat Dimajukan! Ini Jadwal Resmi Persib Bandung vs Arema FC di GBLA
Tak Ada Timnas Indonesia U-17! Klasemen Runner-up Terbaik Piala AFF U-17 2026 Usai Thailand Dikalahkan Laos
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
