
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com – Mahendra Siregar resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada malam ini, Jumat (30/1). Pengunduran itu dilakukan hanya disampaikan melalui pernyataan resmi yang dibagikan di grup wartawan.
Dalam keterangan resminya, OJK menyatakan bahwa pengunduran diri tersebut telah disampaikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan akan diproses lebih lanjut berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, sebagaimana telah diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penguatan dan Pengembangan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Mahendra Siregar menegaskan, keputusan mundur yang diambil bersama jajaran pengawas pasar modal merupakan bentuk tanggung jawab moral atas dinamika yang terjadi di pasar keuangan, khususnya pasca penghentian sementara perdagangan IHSG.
“Pengunduran diri ini merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung langkah-langkah pemulihan yang diperlukan,” ujar Mahendra dalam keterangan tertulis OJK, Jumat (30/1).
Lantas, siapa itu Mahendra Siregar yang memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai Ketua DK OJK:
Mahendra Siregar merupakan sosok teknokrat senior dengan rekam jejak panjang di bidang ekonomi, keuangan, hingga diplomasi internasional.
Mahendra Siregar dilantik sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK setelah mengucapkan sumpah jabatan di Mahkamah Agung pada 20 Juli 2022.
Ia memimpin lembaga pengawas sektor jasa keuangan tersebut di tengah dinamika pasar global, tekanan ekonomi internasional, serta tantangan stabilitas sistem keuangan nasional.
Sebelum menjabat di OJK, Mahendra sempat menduduki posisi Wakil Menteri Luar Negeri pada periode 25 Oktober 2019 hingga 19 Juli 2022. Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, sebuah posisi strategis dalam hubungan bilateral dan ekonomi global.
Karier Mahendra di pemerintahan terbilang komplit. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2013–2014, Wakil Menteri Keuangan pada 2011–2013, serta Wakil Menteri Perdagangan pada 2009–2011. Peran-peran tersebut menempatkannya di garis depan kebijakan fiskal, investasi, dan perdagangan nasional.
Tak hanya di pemerintahan, Mahendra juga aktif di sektor korporasi dan lembaga internasional. Ia pernah menduduki berbagai jabatan komisaris serta terlibat dalam organisasi internasional, memperkuat reputasinya sebagai figur yang menjembatani kepentingan negara dan pasar global.
Dari sisi akademik, Mahendra memiliki latar belakang ekonomi yang kuat. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1986, lalu melanjutkan pendidikan dan memperoleh gelar Master of Economics dari Monash University, Melbourne, pada 1991.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
