
CIO Danantara Indonesia Pandu Sjahrir. (Uyu Septiyati Liman/Antara)
JawaPos.com – Gejolak pasar saham yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambrol turut menjadi perhatian pelaku investasi jangka panjang. Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa koreksi pasar justru menjadi momentum untuk lebih selektif dalam menempatkan dana investasi ke depan, khususnya untuk 12 bulan mendatang.
Pandu mengungkapkan, skala investasi yang dikelola Danantara menuntut kehati-hatian ekstra. Likuiditas menjadi salah satu pertimbangan utama agar pergerakan masuk dan keluar dana tetap terjaga di tengah volatilitas pasar.
“Ya ini karena memang jumlah yang harus kami invest cukup banyak. Kami juga harus berhati-hati karena kami sangat memikirkan likuiditas,” kata Pandu dalam Prasasti Economic Forum 2026 di Jakarta, dikutip Jumat (30/1).
Menurutnya, untuk saham-saham di Indonesia, Danantara menetapkan tiga kriteria utama dalam membidik investasi, yakni fundamental yang solid, likuiditas yang baik, serta valuasi yang menarik.
“Jadi tentu kalau untuk saham di Indonesia kita akan mencari saham yang memiliki fundamental yang baik. Memiliki likuiditas yang baik. Kita juga harus memilih value yang baik. Jadi fundamental, liquidity and value. Secara fundamental kita harus melihat tiga itu,” jelasnya.
Terkait kondisi pasar saat ini, Pandu menilai gejolak masih berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan, terutama jika komunikasi dari regulator tidak dilakukan secara tepat dan tegas.
“So what we need to do sekarang kita melihat sangat dekat the last few days. Saya rasa memang tentu akan banyak gejolak the next few days juga di pasar modal, kalau tidak ada komunikasi yang pas dari regulator,” katanya.
Meski demikian, Pandu menegaskan posisi Danantara murni sebagai pelaku pasar, bukan regulator. Karena itu, pihaknya tidak ingin mencampuradukkan peran sebagai investor dengan kewenangan pengaturan pasar.
“Tapi saya serahkan balik ke regulator karena kami di Danantara ini hanya sebagai partisipan di market. Tentunya kita concern karena kita juga menjadi bagian dimana kita ingin meningkatkan confidence yang ada. Tapi kita tidak bisa mencampuradukan antara role of regulator and player,” tegasnya.
Ia pun mendorong regulator untuk lebih firm dalam menyampaikan komunikasi ke pasar, mengingat persepsi investor global sangat dipengaruhi oleh kejelasan sikap otoritas.
“Jadi di sini kami encourage the regulator to be able to be firm in communicating. Karena jangan lupa MSCI pun pemegang sahamnya are the largest institutional global investors,” pungkas Pandu.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
