
Layar menampilkan pergerakan IHSG saat penutupan perdagangan PT Bursa Efek Indonesia Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pasar saham Indonesia dibuka zona hijau pada level 8.967 pada perdagangan awal pekan, Senin (26/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau fluktuatif dan tercatat naik mencapai 9.035 pada pukul 10.47 WIB, naik 84,46 poin atau 0,94 persen.
Mengutip data RTI Business, volume transaksi di perdagangan tercatat 22.705 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 14.558 triliun. Adapun frekuensi transaksi tercatat 1.644.249 kali.
Pada awal perdagangan sesi sebanyak 362 saham tercatat menguat 278 saham melemah, dan 159 saham tidak mengalami pergerakan alias stagnan.
Sementara itu, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah menyampaikan bahwa potensi market untuk sepekan ke depan diperkirakan IHSG bergerak konsolidatif dalam range support 8950 dan resistance 9080, meskipun aturan baru terkait perhitungan free float belum resmi diberlakukan.
Pasar cenderung bergerak lebih dahulu dengan mengantisipasi skenario terburuk, sehingga pelaku pasar mulai melakukan penyesuaian posisi. Dampaknya, saham-saham yang sebelumnya diperdagangkan dengan valuasi premium berbasis narasi indeks mulai mengalami normalisasi harga seiring penyesuaian ekspektasi investor.
"Dalam kondisi tersebut investor dan trader dapat mencermati peluang pada saham-saham defensif maupun saham yang masih berada dalam tren naik (uptrend), khususnya yang didukung oleh volume transaksi yang solid serta aliran dana asing. Meski demikian, manajemen risiko tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan di tengah potensi volatilitas pasar," kata Hari dalam analisisnya, Senin (26/1).
Merespons dinamika market yang ada saat ini, berikut rekomendasi saham untuk trading dari Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah:
1. Buy AADI ( Entry: 8450, Target Price: 8875, Stop Loss: 8200). Secara teknikal, AADI masih bergerak dalam tren uptrend dan didukung oleh aksi akumulasi asing yang konsisten. Dalam sepekan terakhir, saham AADI tercatat dibukukan net buy asing sebesar Rp145 miliar, sehingga potensi kelanjutan penguatan dinilai masih relatif kuat seiring terjaganya minat beli investor.
2. Buy PGAS (Entry: 2270, Target Price: 2680, Stop Loss: 2150). Secara teknikal, PGAS juga mencatat penguatan yang cukup solid dengan pergerakan uptrend yang didukung oleh peningkatan volume perdagangan. Selain faktor teknikal, sentimen positif datang dari kenaikan harga gas alam di pasar global, yang turut memperkuat prospek kinerja emiten. Dengan kombinasi tersebut, PGAS dinilai masih memiliki potensi penguatan yang relatif besar untuk pergerakan pekan ini.
3. Buy EMAS (Entry: 6175, Target Price: 6800 dan Stop Loss: 6050). Saham EMAS yang berhasil menembus area all time high pada pekan lalu masih berpotensi melanjutkan penguatan. Prospek positif ini sejalan dengan kenaikan harga emas global yang masih berada dalam fase rally, sehingga sentimen terhadap saham berbasis emas tetap kuat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
